Ikuti Kami

Habib Hamid Ajak Umat Tampilkan Keindahan Ajaran Islam

Menurut Habib Hamid, keindahan akhlak Nabi Muhammad tak akan pernah habis kendati digali setiap hari.

Habib Hamid Ajak Umat Tampilkan Keindahan Ajaran Islam
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan PP Baitul Muslimin Indonesia, Kamis (29/10). 

Jakarta, Gesuri.id - Orang-orang tertentu di luar Islam berani menghina Nabi Muhammad SAW akibat umat Islam gagal menampilkan keindahan ajaran Nabi Muhammad itu sendiri secara komprehensif. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Habib Hamid bin Jaffar Al-Qadr saat tampil sebagai penceramah dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan PP Baitul Muslimin Indonesia, Kamis (29/10). 

‘’Padahal, kalau kita mau instrospeksi diri, jika dalam pergaulan sehari-hari umat Islam selalu menampilkan akhlak Rasulullah SAW, pasti tidak akan ada orang di luar Islam berani menghina Rasulullah. Mengapa? Karena ajaran dan akhlak Rasulullah semuanya indah, akhlak Nabi mustahil dibenci orang lain meskipun dia tidak mengenal secara langsung sosok Nabi Muhammad SAW itu,’’ kata Habib Hamid, alumnus Darul Musthofa, Tarim, Hadramaut, Yaman. 

Baca: Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Bamusi Serukan Persatuan

Hadir dalam acara Maulid Nabi yang mengangkat tema ‘’Bangkit Bersatu Mengatasi Persoalan Bangsa Berdasarkan Akhlakul Karimah’’ itu, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Sekretaris Dewan Penasihat PP Bamusi Dr. Ahmad Basarah, Ketua Umum PP Bamusi Prof. Dr. Hamka Haq, Sekretaris Umum PP Bamusi Nasirul Falah, dan sejumlah undangan lainnya yang hadir secara fisik maupun virtual.

Menurut Habib Hamid, keindahan akhlak Nabi Muhammad tak akan pernah habis kendati digali setiap hari. Dia mencontohkan,  saat Nabi berceramah di Masjid Nabawi tiba-tiba Rasul Allah itu berhenti dari berceramah lalu menundukkan kepala sejenak. Para sahabat bertanya mengapa Nabi melakukan itu. Rasulullah lalu menunjuk serombongan orang berbaris membawa keranda jenazah seorang Yahudi. 

‘’Para sahabat lalu bertanya, bukankah itu jenazah Yahudi ya Rasulallah? Tahu, apa jawaban Nabi ketika ditanya begitu? Beliau menjawab, bukankah dia juga tetap manusia? Duh, indahnya akhlak Nabi? Kalau akhlak seperti inilah yang ditonjolkan umat Islam, pasti tak ada orang lain mau menghina Nabi,’’ jelas Habib Hamid. 

Sementara itu, Ahmad Basarah dalam sambutannya sebagai Wakil Ketua MPR dan ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan, Nabi Muhammad selalu mengutamakan dan mengajarkan persatuan, toleransi, perdamaian serta sikap saling menghormati terhadap sesama manusia, apa pun latar belakang orang tersebut. 

Saat tiba di Madinah, Nabi pernah membuat Piagam Madinah untuk merangkul suku-suku Arab yang terpisah dan para penganut agama yang saling bersaing demi menjaga persatuan bangsa itu. 

‘’Apa yang terjadi di Madinah di zaman Nabi mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kita juga ditakdirkan bersuku-suku dan banyak penganut agama dan kepercayaan. Jika tak ada Pancasila yang menjadi ideologi dan platform hidup bersama seperti Piagam Madinah yang menjadi platform bersama suku-suku di Madinah di zaman Nabi, sebagai bangsa sangat mungkin kita sudah tercerai berai,’’ jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Di awal acara yang dipenuhi salam dan salawat kepada Nabi Muhammad itu, Hamka Haq menjelaskan bahwa Indonesia sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan baru saja merayakan Hari Sumpah Pemuda. ‘’Dua peringatan itu harus menjadi momentum bagi umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu,’’ tandas Hamka Haq. 

Baca: Basarah: Madinah di Zaman Nabi Muhammad Miniatur Indonesia

"Berbagai persoalan yang kini dihadapi oleh Indonesia, khususnya pandemi Covid-19, membutuhkan persatuan untuk bangkit melawan Covid ini, jangan kita bercerai-berai," kata Hamka yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keagamaan.

Di akhir ceramahnya, Habib Hamid menganjurkan semua pihak untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar kebaikan mereka menjadi kebaikan rakyat dan negara. ‘’Ini malah ada yang terbalik, pemimpin negara didoakan yang jelek-jelek akibatnya rakyat juga sengsara akibat para pemimpin mereka terus didoakan yang buruk-buruk".

‘’Mari kita jaga Pancasila dan NKRI. Jika bukan kita sebagai anak bangsa yang menghormati simbol-simbol kenegaraan, siapa lagi yang akan menghormati simbol-simbol  itu? tandas Habib Hamid.

Quote