Ikuti Kami

Jhon Rawansen Purba Lihat Langsung Keluhan Nelayan Terdampak Abrasi Kuala Bogak Besar

Persoalan abrasi bukan hal baru dan telah menjadi perhatian sejak tahun sebelumnya.

Jhon Rawansen Purba Lihat Langsung Keluhan Nelayan Terdampak Abrasi Kuala Bogak Besar
Jhon Rawansen Purba, Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai dari Fraksi PDI Perjuangan meninjau langsung kondisi Kula yang tertutup pasir di pantai Bogak yang menjadi keluhan para nelayan Desa Bogak Besar - Foto: GoSumut.com

Sergai, Gesuri.id - Anggota DPRD Serdang Bedagai (Sergai) Fraksi PDI Perjuangan, Jhon Rawansen Purba, meninjau langsung kondisi abrasi yang menyebabkan kuala (tangkahan) di Dusun V, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu tertutup pasir, sehingga menyulitkan nelayan tradisional untuk melaut, Jumat (13/2/2026).

“Hari ini kami melihat langsung keluhan nelayan tradisional di Dusun V Bogak Besar. Kuala yang menjadi akses utama mereka kini tertutup pasir akibat abrasi, sehingga aktivitas melaut semakin sulit,” ujarnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Ketahanan Pangan Sergai, Deploma Sembiring, serta Koordinator Penyuluh Perikanan Sergai, Jimmi Simatupang. 

Dalam kesempatan itu, Jhon yang merupakan anggota Komisi II DPRD Sergai membidangi kelautan dan perikanan menjelaskan bahwa abrasi telah menyebabkan pendangkalan dan penutupan akses keluar masuk perahu nelayan.

“Sejak tahun lalu saya sudah memikirkan kemungkinan solusi melalui anggaran CSR, baik dari satu perusahaan maupun gabungan beberapa perusahaan. Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, kita tentu harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan abrasi bukan hal baru dan telah menjadi perhatian sejak tahun sebelumnya. Karena itu, ia akan mendorong langkah konkret agar permasalahan tersebut segera mendapatkan solusi, termasuk melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ini menyangkut kehidupan nelayan. Sumber penghasilan mereka hanya dari melaut. Karena itu, penanganannya tidak bisa ditunda terlalu lama,” tegasnya.

Selain mendorong dukungan pemerintah dan pihak swasta, Jhon juga mengajak nelayan untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Saya melihat semangat nelayan sangat besar. Mereka sudah merasa buntu dan tidak tahu harus berharap ke mana. Karena itu, mari kita bangun kerja sama dan gotong royong agar solusi ini bisa segera terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan nelayan tradisional Desa Bogak Besar, Nopember Manik, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah dan DPRD Sergai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sergai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan yang telah turun langsung melihat kondisi kami. Semoga kunjungan ini ditindaklanjuti sehingga apa yang diharapkan nelayan dapat terealisasi dan memberikan rasa aman serta nyaman dalam bekerja,” tuturnya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan abrasi dan normalisasi kuala, sehingga aktivitas nelayan tradisional di Desa Bogak Besar dapat kembali berjalan lancar.

Quote