Depok, Gesuri.id — Waktu seolah berjalan lambat di sebuah rumah di kawasan Kecamatan Limo, Kota Depok. Di kediaman sederhana itu, duduk seorang pria sepuh yang menyimpan memori emas sejarah bangsa. Beliau adalah Mayor (Purn.) Sribusuno, mantan ajudan pribadi Sang Proklamator, Ir. Soekarno.
Meski usianya telah melewati angka 90 tahun, ingatan Mbah Sri—sapaan akrabnya—masih sangat jernih. Beliau mampu memanggil kembali fragmen-fragmen perjuangan masa lalu dengan gamblang.
Momen emosional inilah yang terekam saat jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Limo menggelar silaturahmi (sowan) ke kediaman Mbah Sri. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Limo, Rabani Razak, ini digelar khusus dalam rangka merefleksikan Bulan Bung Karno serta memperingati Haul Bung Karno.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"Kami hadir ke kediaman pengawal pribadi Pak Soekarno untuk mendengar langsung cerita sejarah perjuangan. Ini adalah bagian dari refleksi perjuangan Bung Karno langsung dari saksi hidupnya," ujar Rabani, didampingi pengurus ranting se-Kecamatan Limo.
Bagi para pengurus partai, mendengarkan kesaksian Mbah Sri bukan sekadar bernostalgia, melainkan meneguk langsung mata air sejarah. Mbah Sri mengisahkan bagaimana sosok Bung Karno begitu dekat di matanya. Di mata Mbah Sri, Bung Karno adalah pemimpin yang sangat cerdas dan memiliki daya ingat luar biasa.
Namun, hal yang paling membekas di hati Mbah Sri adalah kepedulian mendalam Bung Karno terhadap rakyat kecil. Pada masa itu, Indonesia dihormati sebagai bangsa yang besar di kancah dunia karena kemampuan Bung Karno menyatukan berbagai kelompok, suku, dan golongan.
Mendapat kunjungan dari generasi muda, wajah Mbah Sri tampak berbinar. Beliau mengaku gembira sekaligus terharu karena masih banyak generasi hari ini yang tulus ingin mempelajari dan mengingat kembali rekam jejak perjuangan Sang Proklamator.
Tiga Wejangan Mbah Sri untuk Generasi Muda:
1. Saling Menghargai: Jangan pernah menyakiti orang lain jika kita sendiri tidak ingin disakiti.
2. Jaga Silaturahmi: Rajin-rajinlah bersilaturahmi selagi masih hidup, karena jika raga sudah tak ada, kesempatan itu akan hilang.
3. Gemar Berbagi: Jangan pernah lupa berbagi dengan sesama karena dengan berbagi, secara tidak langsung kita sedang menanam kebahagiaan di hati orang lain.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Di akhir pesannya, Mbah Sri menekankan satu semboyan abadi yang selalu digaungkan Bung Karno, yaitu Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Semboyan ini, menurutnya, harus tetap dipegang teguh sebagai kompas moral bangsa.
Komitmen Merawat "Jasmerah" di Kota Depok
Semangat Jasmerah ini pula yang terus digelorakan di tingkat kota. Dihubungi secara terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, turut memberikan pesan mendalam terkait momentum bersejarah ini. Beliau menegaskan bahwa sejarah bangsa tidak boleh dilupakan.
"Generasi saat ini harus terus memaknai hari lahirnya Bung Karno sebagai simbol Proklamator dan Bapak Bangsa yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi Indonesia," pungkas Yuni.

















































































