Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, mendorong Pemerintah Kabupaten Garut mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan lintas sektor untuk membantu korban kebakaran rumah di Kampung Poko, RT 02 RW 06, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut.
Ia juga menyoroti kondisi korban, Cucarwati, yang masuk kategori Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tetapi belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
“Kedatangan saya selaku wakil rakyat pertama-tama untuk meringankan beban musibah dengan memberikan bantuan sembako dan santunan. Kami juga ingin menguatkan hati keluarga korban agar tetap tegar dan tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini,” kata Yudha saat meninjau langsung kediaman korban pada Jumat (16/10/2026).
Kebakaran tersebut menimpa rumah Cucarwati pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam kunjungan itu, Yudha hadir bersama aktivis Garut Governance Watch (GGW) Kang Opik Rasidi, Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Pananjung Kang Asep Acung, serta Anggota BPD Desa Pananjung Opan Supandi.
Selain menyampaikan empati kepada keluarga korban, Yudha menyerahkan bantuan darurat berupa paket sembako dan santunan uang tunai untuk meringankan beban keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Yudha mengatakan, keterbatasan persediaan bahan bangunan di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut menjadi salah satu kendala dalam penanganan rumah warga yang terbakar maupun ambruk. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mencari alternatif pendanaan agar pembangunan kembali rumah korban dapat segera diupayakan.
“Harapan saya Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan Baznas untuk membantu Ibu Cucarwati membangun kembali rumahnya. Hal ini penting mengingat stok bahan bangunan di Disperkim Garut saat ini kosong untuk membantu warga yang rumahnya musnah terbakar maupun ambruk,” tegasnya.
Menurut Yudha, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar warga yang mengalami musibah memperoleh bantuan secara cepat, terutama ketika dukungan bahan bangunan dari pemerintah daerah belum tersedia. Sinergi pemerintah daerah, Baznas, dan perusahaan melalui program CSR diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pemulihan tempat tinggal korban.
Di tengah upaya tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menyatakan kesiapannya membantu putri Cucarwati, Ananda Zihan, yang merupakan murid kelas 2B SDN Pananjung 1 Pamulihan. Bantuan yang disiapkan mencakup perlengkapan sekolah hingga santunan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak korban kebakaran.
Selain persoalan pemulihan rumah, Yudha juga menyoroti belum diterimanya bantuan sosial oleh Cucarwati meskipun tercatat dalam kategori Desil 1 DTSEN, yang menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Ibu Cucarwati dikategorikan Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Namun sayangnya, beliau belum pernah mendapatkan bantuan sosial pusat seperti PKH, BPNT, maupun BLT Kesra. Karena itu, saya sangat berharap Pemkab Garut dapat memprioritaskan penanganan serta bantuan bagi keluarga yang terkena musibah seperti ini,” ungkapnya.
Yudha berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban, baik melalui bantuan pemulihan rumah maupun fasilitasi akses terhadap program bantuan sosial. Ia menilai penanganan warga terdampak bencana perlu dilakukan secara terpadu agar kebutuhan dasar keluarga dapat segera terpenuhi.

















































































