Jakarta, Gesuri.id — Memperingati Hari Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Palembang menggelar bakti sosial berupa layanan cek kesehatan gratis dan penyuluhan pencegahan stunting di Maskarebet, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (16/6).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang Ayu Nur Suri menegaskan bahwa momentum Hari Bung Karno harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat, bukan sekadar seremonial.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

"PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Bung Karno mengajarkan bahwa membangun bangsa hanya bisa dilakukan dengan gotong royong. Karena itu, setiap kesulitan rakyat adalah panggilan bagi kami untuk hadir," ujar Ayu.
Ayu menambahkan, gerakan turun ke lapangan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Kader partai diwajibkan untuk senantiasa berada di tengah-tengah rakyat dan menyerap langsung persoalan di akar rumput.
Melalui layanan kesehatan dan edukasi stunting ini, PDI Perjuangan Palembang ingin membuka ruang dialog yang lebih intim dengan warga. Isu-isu krusial seperti harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, pendidikan, hingga pelayanan publik turut menjadi catatan penting yang diserap dari aspirasi warga.

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi politik, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Mendengar langsung keluhan dan harapan warga adalah prioritas kami," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ayu memberikan tiga instruksi khusus kepada seluruh kader dan simpatisan yang bertugas:
1. Melayani dengan Hati: Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan empati yang tinggi.
2. Tanpa Diskriminasi: Melayani seluruh warga tanpa membeda-bedakan. "Semangat Marhaenisme adalah memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan bagi semua tanpa kecuali," sebut Ayu.
3. Pencatatan Berkelanjutan: Wajib mencatat setiap persoalan lapangan—mulai dari kasus stunting, akses kesehatan, hingga rumah tidak layak huni (RTLH)—untuk diperjuangkan secara hukum dan politik.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Ayu memastikan aksi humanis ini tidak akan berhenti pada momentum Hari Bung Karno saja, melainkan bakal berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Kami tidak menjanjikan hal yang muluk-muluk. Yang kami janjikan adalah kehadiran, kepedulian, dan konsistensi untuk terus bersama rakyat," pungkasnya.

















































































