Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berhasil menurunkan jumlah RW kumuh hingga 52,58 persen. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Ada kabar baik datang dari Jakarta, dan ini bukan sekedar angka. Jumlah RW kumuh berhasil turun hingga 52,58 persen. Ini bukan capaian kecil, karena kita bicara tentang kualitas hidup, tentang lingkungan tempat masyarakat tinggal setiap hari,” ujar Darmadi Durianto dikutip Minggu (17/5/2026).
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja nyata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam menangani kawasan permukiman kumuh di ibu kota.
“Di balik capaian ini, ada kerja nyata yang patut diapresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum dan Wakil Gubernur Bapak Rano Karno. Pendekatannya tidak biasa. Tidak hanya mengandalkan data manual, tapi bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik, menggabungkan survei lapangan dengan cara citra satelit berbasis big data,” katanya.
Menurut Darmadi, penggunaan pendekatan berbasis data menjadi langkah penting agar kebijakan penanganan kawasan kumuh dilakukan secara tepat sasaran dan terukur.
“Artinya, kebijakan yang diambil berdasarkan data yang akurat, bukan sekedar asumsi, dan penanganannya pun jelas. Ada 11 indikator yang digunakan, mulai dari kepadatan penduduk, kualitas bangunan, hingga sanitasi, drainase, dan penerangan jalan. Ini menunjukkan bahwa yang dibenahi itu bukan hanya tampilan luar, tapi kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” lanjutnya.
Ia juga menilai fokus penanganan kawasan padat penduduk di Jakarta Barat dan Jakarta Utara merupakan langkah yang tepat karena wilayah tersebut memiliki tantangan besar dalam persoalan permukiman dan lingkungan.
“Kedepan, fokus diarahkan ke wilayah dengan kepadatan tinggi, seperti di Jakarta Barat dan di Jakarta Utara. Langkah yang tepat, karena disitulah tantangan terbesar berada. Yang perlu kita dari sebawahi adalah, ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi soal bagaimana negara hadir di ruang hidup masyarakat,” ujarnya.
Darmadi menegaskan bahwa kepemimpinan menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan berjalan dengan arah yang jelas dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Dan di sini, kepemimpinan menjadi sangat penting. Apresiasi untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yang tidak hanya bekerja cepat, tapi juga bekerja dengan arah yang jelas. Karena pembangunan yang baik, bukan hanya terlihat, tetapi juga terasa,” katanya.
Ia berharap program penataan kawasan kumuh di Jakarta dapat terus dijaga konsistensinya sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
“Dan ketika kawasan kumuh berkurang, yang meningkat bukan hanya angka, tetapi martabat hidup, ini langkah yang tepat. Dan yang perlu dijaga adalah konsistensinya. Selamat bekerja, Mas Pram dan Bang Doel,” tutup Darmadi Durianto.

















































































