Ikuti Kami

Wa Ode Herlina Usulkan Program Jakarta Kota Sinema Lengkap dengan Pelatihan

Programnya wakil gubernur yaitu Jakarta akan menjadi kota sinema dan Jakarta film commission

Wa Ode Herlina Usulkan Program Jakarta Kota Sinema Lengkap dengan Pelatihan

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Wa Ode Herlina menyoroti program Jakarta Kota Sinema gagasan Wakil Gubernur, Rano Karno. 

Ia mengusulkan pelatihan teknis perfilman, kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, serta pengembangan wisata tur lokasi syuting di Jakarta.

"Programnya wakil gubernur yaitu Jakarta akan menjadi kota sinema dan Jakarta film commission,".

"Dan itu mungkin bisa ditambah menjadi pelatihan seperti membuat skenario film, kamera men, rencana produksi film, sama pasca produksi," ujarnya dikutip Kamis (28/8).

Sebelumnya, Wagub Rano menegaskan pembentukan Jakarta Film Commission menjadi bagian dari agenda besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta. 

Di antara pembangunan infrastruktur lainnya, sektor film ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama. “Jadi, hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang kita membangun industri film yang kuat di Jakarta,” tandasnya.

Wagub Rano menambahkan, industri perfilman di Jakarta saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota sinema berskala internasional. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis guna mendukung ekosistem perfilman.

“Untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema, kami harus merumuskan tata kelola dan kebijakan yang terintegrasi serta berkelanjutan. Selain itu, kami juga perlu memastikan ketersediaan dan aksesibilitas infrastruktur perfilman,” ujar Wagub Rano.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi sistem perizinan agar lebih ramah terhadap para kreator film. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan sumber daya manusia serta inkubasi talenta lokal, sehingga dapat tumbuh secara optimal. Dengan begitu, penyelenggaraan festival film dan kegiatan perfilman lainnya bisa berjalan secara konsisten dan berdampak luas bagi pelaku maupun penikmat film.

Lebih lanjut, Wagub Rano menekankan, diskusi mengenai Jakarta sebagai kota sinema memiliki peran penting dalam merumuskan gagasan bersama yang dapat menjadi pijakan dalam membangun ekosistem industri film yang kuat di Ibu Kota.

“Melalui pertukaran perspektif antara organisasi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan, diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan kerangka kerja konkret untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota sinema. Mari kita wujudkan harapan ini agar dapat terealisasi dan melahirkan sineas yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Wagub Rano juga mengungkapkan, jumlah penonton film Indonesia terus meningkat. Bahkan, film lokal kini mendominasi pangsa pasar domestik, khususnya dari kalangan masyarakat Jakarta. Sepanjang tahun 2024, industri film Indonesia mencatatkan rekor tertinggi dengan total 122 juta penonton bioskop.

“Dari jumlah tersebut, lebih dari 65 persen atau sekitar 80 juta penonton menyaksikan film lokal. Ini menunjukkan dominasi film Indonesia di pasar domestik," pungkasnya.

Quote