Ikuti Kami

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Implementasi Asta Cita Terkendala di Tingkat Daerah

Ontot: Program-program Presiden sangat jitu, cuma persoalannya ada hambatan di bawah.

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Implementasi Asta Cita Terkendala di Tingkat Daerah
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menyoroti kendala di tingkat daerah dalam pelaksanaan program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Meski menilai arah kebijakan pemerintah pusat sudah tepat, ia mengingatkan percepatan program prioritas nasional perlu diimbangi kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Sekolah Rakyat.

“Program-program Presiden sangat jitu, cuma persoalannya ada hambatan di bawah. Langkah beliau cepat, tetapi kita perlu mengurai berbagai kebutuhan di daerah, termasuk penyediaan lahan untuk KDMP dan Sekolah Rakyat yang tidak mudah,” ujar Ontot, Rabu (21/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Ontot saat merefleksikan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran melalui program Asta Cita. Menurutnya, keberhasilan program prioritas nasional tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pemerintah pusat dalam menetapkan dan menjalankan kebijakan, tetapi juga oleh kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan teknis di lapangan.

Ia menjelaskan, penyediaan lahan menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan koordinasi dan penanganan secara cermat. Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan tanah yang sesuai agar pembangunan fasilitas pendukung program nasional dapat berjalan tanpa terkendala persoalan teknis.

“Kadang-kadang, untuk mencari tanah KDMP dan Sekolah Rakyat itu tidak mudah. Program pemerintah pusat bergerak cepat, sehingga daerah juga perlu menyiapkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaannya bisa berjalan,” paparnya.

Ontot menilai, keselarasan langkah antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk memastikan program Asta Cita dapat direalisasikan secara optimal. Karena itu, berbagai hambatan di tingkat daerah perlu segera diurai melalui koordinasi yang efektif agar percepatan pembangunan tidak terhambat oleh persoalan kesiapan infrastruktur maupun lahan.

Di sisi lain, Ontot juga menyinggung hubungan personalnya dengan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat baik. Ia berharap hubungan tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Hubungan secara personal dengan Pak Prabowo sangat luar biasa. Mudah-mudahan melalui beliau, Sanggau bisa mendapatkan lebih banyak lagi dukungan ke depan,” tuturnya.

Ontot berharap, refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan koordinasi yang lebih baik serta kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan teknis, program-program prioritas nasional diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sanggau.

Quote