Ikuti Kami

I Nyoman Adi Wiryatama Bagikan 4.000 Bibit Tanaman Produktif ke 10 Kelompok Tani Subak/Abian di Buleleng

Lingkungan yang lestari harus beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.

I Nyoman Adi Wiryatama Bagikan 4.000 Bibit Tanaman Produktif ke 10 Kelompok Tani Subak/Abian di Buleleng
Penyerahan bantuan bibit tanaman buah untuk pemulihan lahan kritis di Buleleng - NusaBali.com

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, menegaskan pentingnya menyelaraskan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Buleleng.

Hal itu disampaikannya saat Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan RHL di Azana Style Hotel Singaraja, dikutip Rabu (4/3).

“Lingkungan yang lestari harus beriringan dengan kesejahteraan masyarakat. Lahan kritis yang selama ini tidak produktif harus kita ubah menjadi lahan yang menghasilkan komoditas pangan dan buah bernilai ekonomi,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inisiatif I Nyoman Adi Wiryatama sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa. Dalam kegiatan itu, sebanyak 4.000 bibit tanaman produktif dibagikan kepada 10 Kelompok Tani Subak/Abian di Buleleng.

Jenis bibit yang disalurkan antara lain durian Musang King, mangga, jambu kristal, jambu air, nangka, dan alpukat. Komoditas tersebut dipilih karena memiliki nilai jual tinggi serta cocok dikembangkan di sejumlah wilayah perbukitan dan lahan kering di Buleleng.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengajak petani yang tergabung dalam subak dan subak abian untuk bersama-sama mengelola lahan kritis dengan menanam tanaman produktif bernilai ekonomi. Ia menilai alih fungsi lahan yang semakin marak menjadi salah satu penyebab munculnya lahan kritis.

Karena itu, ia berharap bantuan bibit ini tidak sekadar menjadi program seremonial, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat secara berkelanjutan oleh kelompok tani penerima.

“Dengan pemberian bantuan ini, mudah-mudahan lahan kritis yang ada di Kabupaten Buleleng bisa diperbaiki sekaligus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa potensi kebun di Buleleng mencapai sekitar 100 ribu hektare. Angka tersebut menunjukkan ruang yang sangat besar untuk pengembangan tanaman produktif berbasis perkebunan rakyat. Jika program rehabilitasi berjalan konsisten, selain menyelamatkan lahan kritis, sektor ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

I Nyoman Adi Wiryatama pun berpesan kepada kelompok tani penerima bantuan agar menanam dan memelihara bibit yang telah diprogramkan dengan baik. Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada komitmen petani dalam merawat tanaman hingga berbuah dan memberikan manfaat nyata.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani, penggarapan lahan kritis di Buleleng diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi ekologis tanah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Quote