Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (kundapil) di Kuningan, Jawa Barat, dalam rangka bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kundapil untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi. Kali ini saya hadir di Kuningan, Jawa Barat,” ujar Ida saat melakukan kunjungan dikutip Jumat (27/3).
Dalam kegiatan tersebut, Ida berkeliling sejumlah titik di Kuningan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia bahkan memilih naik dokar untuk menikmati suasana kota sekaligus berinteraksi dengan warga.
“Saya keliling ke Kuningan. Saya naik dokar. Saya juga beli bandros Kuningan di depan hotel Ordella, Saya coba megang itu pancongnya itu, ya,” katanya.
Ia juga sempat mencoba membuat bandros secara langsung, meski merasakan panasnya alat masak tradisional tersebut.
“Pak, saya boleh bikin sendiri, Begitu hawanya panas, Saya nggak kebayangan, Pak,” ucapnya.
Tak hanya membeli, Ida juga menunjukkan kepeduliannya kepada pedagang dengan memborong dagangan bandros tersebut.
“Ya udah, saya beli, Pak. Ini berapa semuanya? Ini 20 ribu, Ya udah, saya kasih,” tuturnya.
Lebih dari itu, ia juga memberikan tambahan modal kepada pedagang sebagai bentuk dukungan usaha kecil.
“Pak, Pak, modalnya berapa? Pak, modalnya saya 75 ribu, Saya kasih. Buat satu modal ini, ya, Pak, saya bilang,” lanjutnya.
Ida mengaku tersentuh dengan interaksi tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang karena baru pertama kali bertemu.
“Saya minta maaf sama Abang Pancong itu, Maaf, saya baru ketemu lho, Pak. Yuh, dari mana? Nggak, nggak apa-apa, Pak. Saya orang lokal saja, Pak, yang juga berkunjung ke Kuningan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga memberikan perhatian kepada seorang pengamen yang ditemuinya saat membeli bandros. Menurutnya, profesi pengamen sering kali kurang mendapatkan penghargaan dari masyarakat.
“Ada pengamen, saat waktu saya beli bandros itu, Pengamen itu kan kadang-kadang tidak dihargaikan sama kita,” katanya.
Ia pun memberikan apresiasi secara langsung kepada pengamen tersebut, termasuk memuji kemampuannya bernyanyi.
“Ini lagunya siapa? Pasha Ungu. Kamu tuh nggak kalah sama Pasha Ungu. Kamu semangat,” ujarnya.
Ida menegaskan bahwa pemberian yang ia lakukan bukan semata soal nilai uang, melainkan bentuk penghargaan atas usaha dan perjuangan masyarakat kecil.
“Dikasih uang satu-satu, bukan masalah uangnya, tapi penghargaan pengorbanan. Terus seperti apa? Saya turun ke dapil kami ini,” tutupnya.

















































































