Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Landak menyambut resmi kehadiran Organisasi Masyarakat (Ormas) Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) melalui pengukuhan dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Landak, Sabtu (18/4) malam.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi tersebut dan berharap MMBB mampu memperkaya dinamika kelembagaan serta budaya di daerah.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Landak kami menyambut baik berdirinya organisasi ini dengan berbagai nilai yang tadi sudah disampaikan. Kami percaya keberadaan Ormas MMBB ini akan memperkaya khasanah budaya dan kelembagaan serta organisasi yang ada di Kabupaten Landak," ujar Karolin di Ngabang.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Ia menegaskan, pelestarian budaya Dayak tidak boleh berhenti pada simbol atau atribut semata, tetapi harus menyentuh nilai-nilai dasar yang diwariskan leluhur.
"Saya juga mengajak Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu merenungkan kembali seperti apa adat budaya yang akan kita lestarikan. Tidak hanya sekedar pakaian atau penampilan, tapi saya berharap adat budaya yang kita lestarikan bersama adalah nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita," tutur Karolin.
Di akhir kegiatan, Karolin menyampaikan pesan kebersamaan kepada pengurus MMBB yang baru dilantik.
"Semoga dengan adanya organisasi ini kekompakan, persatuan, kesatuan di antara kita semakin nyata dan semakin kuat sehingga kita bisa membangun daerah yang kita cintai ini," tutup Karolin.
Senada dengan itu, Panglima Tertinggi MMBB, Marselinus Mian, menegaskan organisasi ini hadir sebagai wadah pemersatu sub-suku Dayak tanpa membedakan latar belakang, termasuk agama. Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda.
"Maka saya berharapkan kepada saudara-saudari khususnya kalangan muda, mari bersatu, cerdas, dan maju. Jika orang mau maju pasti cerdas, bukan pintar, karena orang pintar belum tentu cerdas, tetapi orang cerdas tetap pintar," tegas Marselinus.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Dukungan terhadap kehadiran MMBB juga datang dari Majelis Adat Dayak Nasional. Wakil Presiden MADN, Andersius Namsi, menilai organisasi ini sejalan dengan upaya memperkuat persatuan masyarakat Dayak di tengah keberagaman yang luas.
"Kami merasa lahirnya organisasi MMBB ini akan sangat membantu Majelis Adat Dayak Nasional di dalam melayani masyarakat Dayak di pulau Borneo ini. Terutama dalam memperkuat persatuan di tengah kondisi kita yang memiliki keberagaman lebih dari 400 sub-suku dan bahasa," kata Namsi.
Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menekankan pentingnya penerapan hukum adat sebagai fondasi menjaga harmoni sosial di tengah dinamika global dan tantangan pembangunan. "Hukum adat itu semangat dan jiwanya adalah mengatur hidup bersama agar tertib, tidak melanggar hak orang lain. Bukan hukum adat untuk kepentingan satu dua kelompok, tapi hukum adat untuk kepentingan seluruh masyarakat," jelas Karolin.

















































































