Ikuti Kami

Maraknya Ideologi Bernuansa SARA Bahayakan Bangsa

Itu menandakan telah terjadi pergeseran ideologi di tengah masyarakat.

Maraknya Ideologi Bernuansa SARA Bahayakan Bangsa
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Jimmy Demianus Ijie.

Sorong, Gesuri.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Jimmy Demianus Ijie menegaskan sekarang banyak bermunculan paham-paham baru yang dapat memecah belah bangsa.

Baca: Anton: Isu Kerajaan Muncul Untuk Pecah-Belah NKRI

Hal itu menandakan telah terjadi pergeseran ideologi ditengah masyarakat yang semakin jauh dari prinsip bernegara

Jimmy menyatakan hal itu saat menggelar sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Sahid Mariat Hotel, Sorong, Papua, baru-baru ini.

"Kalau saya lihat, akhir-akhir ini telah terjadi pergeseran yang agak jauh dari prinsip bernegara yang kita anut. Seperti Pancasila, yang mana sekarang banyak muncul paham-paham baru yang mengkaitkannya dengan agama, sehingga mulai muncul sentimen agama yang kalau kita lihat di zaman pak Harto yaitu Suku Ras, Agama dan Antar Golongan (SARA) itu menjadi bahan tabu” ujar Jimmy.

Tapi sekarang, lanjut Jimmy, pada masa reformasi SARA seakan bebas dibicarakan. Bahkan, seseorang tidak takut lagi untuk membahas SARA yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Contoh peristiwa yang mengguncang Papua pada Agustus lalu, itu khan mereka bicara soal ras. Jauh sebelum itu juga, ada peristiwa tidak diizinkan membangun rumah ibadah di wilayah tertentu. Ini khan sudah mengingkari komitmen para pendiri bangsa ini yang bersusah payah merumuskan pilihan bentuk negara, dasar negara yang kita pegang bersama, dan komitmen kebersamaan yang kita sebut Bhineka Tunggal Ika, sekarang perlahan mulai memudar, dan muncullah politik identitas. Jika tidak segera diatasi bisa menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa kita,” paparnya. 

Menurut Jimmy, untuk menjaga keutuhan bangsa, persatuan dan kesatuan harus dibangun  tanpa ada rasa takut serta harus berasal dari kesadaran diri sendiri.

“Apakah Indonesia sudah membumi di hati orang Papua? Belum, buktinya ketika memperingati hari kemerdekaan saja orang di Papua itu mengibarkan bendera setelah ada pengumuman dari radio  atau Babinsa setempat, dan itu tidak seperti di daerah yang lain yang sudah antusias menyambut HUT kemerdekaan dari jauh-jauh hari. Kalau disini orang kibarkan bendera seperti sebuah keterpaksaan dan itu harus dirubah, dengan penyadaran yang benar benar menyentuh naluri mereka sehingga sadar sebagai bangsa dan negara. Jadi tidak boleh dipaksa, tapi panggil mereka ajak bicara baik-baik,” tambah Jimmy.

Baca: Kiai Ma'ruf: Agama Jadi Pemersatu Bukan Pemecah Belah Bangsa

Politikus PDI Perjuangan itu berharap dengan adanya sosialisasi empat pilar, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Papua terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Dengan begitu, Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Quote