Ikuti Kami

Nico Siahaan: Serangan Israel ke Markas UNIFIL Brutal, Abaikan Prinsip-Prinsip Kemanusiaan

“Kita mengecam keras tindakan Israel yang seharusnya tidak menyerang pos-pos perdamaian. Ini sudah menjadi tindakan brutal.”

Nico Siahaan: Serangan Israel ke Markas UNIFIL Brutal, Abaikan Prinsip-Prinsip Kemanusiaan
Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya personel TNI, Praka Farizal Rhomadhon, yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

“Pertama kita ucapkan duka cita dahulu atas meninggalnya TNI yang menjadi korban serangan Israel,” ujar Nico di Jakarta, Selasa (31/3).

Peristiwa tersebut terjadi akibat serangan artileri Israel yang menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, Minggu (29/3). Selain Farizal, tiga prajurit TNI lainnya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Nico menilai serangan terhadap fasilitas misi perdamaian PBB merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan pos-pos perdamaian seharusnya menjadi wilayah yang dilindungi dari konflik bersenjata.

“Kita mengecam keras tindakan Israel yang seharusnya tidak menyerang pos-pos perdamaian. Ini sudah menjadi tindakan brutal,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengecam keras tindakan Israel yang dinilai telah melanggar norma internasional. Menurut dia, penyerangan terhadap markas UNIFIL mencerminkan tindakan brutal yang mengabaikan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Lebih lanjut, Nico berharap pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan menyampaikan kecaman resmi terhadap Israel melalui jalur diplomatik. Ia juga mendorong agar insiden tersebut tidak berhenti pada kecaman semata, melainkan diikuti langkah hukum internasional.

“Kalau perlu dijadikan sebuah insiden yang bisa kita bawa ke ICC karena sudah melanggar konsensus PBB yang disetujui bersama,” ujarnya.

Quote