Ikuti Kami

Gugurnya Praka Rico, Nico Siahaan Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi Perdamaian PBB di Lebanon 

Desakan ini muncul setelah gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Gugurnya Praka Rico, Nico Siahaan Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi Perdamaian PBB di Lebanon 
Anggota Komisi I DPR RI, Nico Siahaan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Nico Siahaan, mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. 

Desakan ini muncul setelah gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Praka Rico Pramudia gugur akibat serangan artileri.

"Saya secara pribadi sudah mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan UNIFIL agar; satu, menarik pasukan perdamaian atau Peacekeeping UNIFIL untuk ditarik dari tengah medan pertempuran," kata Nico, Sabtu (25/4/2026).

Nico menilai, situasi di Lebanon Selatan saat ini sudah tidak lagi mencerminkan misi perdamaian (peacekeeping) sesuai mandat awal.

Padahal, prajurit TNI dikirimkan untuk menjaga perdamaian setelah perang sesuai dengan tugas utama pasukan peacekeeping.


"Saat ini posisinya sudah berada di tengah medan pertempuran dengan peralatan yang memang yang tidak disiapkan untuk ikut terlibat di dalam perang," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

"Sehingga keamanan dari prajurit Indonesia yang terlibat di UNIFIL ini sudah sangat terancam," lanjut dia. 

Nico menegaskan, penarikan pasukan ini perlu segera dilakukan, meskipun masa tugas mereka akan berakhir pada Mei 2026.

"Kami mengusulkan untuk ditarik walaupun memang dalam waktu dekat di bulan Mei tugas mereka akan selesai," tuturnya. 

Selain penarikan total, Legislator dari Dapil Jawa Barat I ini juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan reposisi pasukan jika penarikan penuh tidak dimungkinkan.

"Walaupun tidak (ditarik), mungkin pos mereka (dipindahkan agar) tidak berada di titik yang saat ini ada di medan pertempuran," ungkapnya.

Seperti diketahui, Praka Rico Pramudia gugur setelah menjalani perawatan intensif di Beirut selama hampir sebulan. 

Ia terluka parah akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Insiden tersebut juga menewaskan Praka Farizal Romadhon.

Gugurnya Rico menambah jumlah prajurit Indonesia yang gugur dalam misi UNIFIL di tengah eskalasi konflik Lebanon menjadi empat orang.

Quote