Ikuti Kami

Pemkab Bangka Barat Perkuat Diplomasi Budaya, Tradisi Ruwah Jadi Penopang Identitas Daerah

Perhatian pemerintah penting agar tradisi tersebut tidak hanya lestari, tetapi juga memberi dampak kesejahteraan.

Pemkab Bangka Barat Perkuat Diplomasi Budaya, Tradisi Ruwah Jadi Penopang Identitas Daerah
Dusun Rumpis, Desa Berang menggelar acara Budaya Ruwahan Dusun Rumpis sebagai bentuk pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat dihadiri Bupati Bangka Barat Markus beserta jajaran - Foto: Pemkab Bangka Barat

Bangka Barat, Gesuri.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya menjadikan tradisi lokal sebagai fondasi pembangunan berbasis budaya menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Dukungan itu diwujudkan melalui fasilitasi anggaran bagi kelompok masyarakat yang melestarikan tradisi keagamaan.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan terdapat banyak kegiatan adat dan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat saat menyambut Ramadan. Menurutnya, perhatian pemerintah penting agar tradisi tersebut tidak hanya lestari, tetapi juga memberi dampak kesejahteraan.

Salah satu tradisi yang digelar adalah Ruwah di Desa Rumpis, Kecamatan Simpangteritip. Tradisi ini menjadi simbol syukur atas rezeki setahun terakhir sekaligus doa menyongsong tahun berikutnya.

Markus menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas sosial warga desa.

“Kita bukan hanya memfasilitasi, namun juga hadir langsung di tengah warga sebagai bentuk dukungan nyata menjaga kearifan lokal,” ujarnya.

Kehadiran Bupati bersama jajaran kepala dinas, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan sinergi pemerintah dan warga dalam merawat budaya.

Tradisi Ruwah sendiri mengandung nilai spiritual dan sosial, termasuk momentum saling memaafkan sebelum Ramadan serta mempererat hubungan masyarakat dengan pemerintah.

Markus berharap kekompakan dan semangat gotong royong warga terus terjaga sebagai identitas budaya daerah yang diwariskan lintas generasi.

Pemkab Bangka Barat juga telah menyusun Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah 2025–2029 sebagai pijakan strategis dalam memajukan kebudayaan secara terencana.

Quote