Ikuti Kami

Politisi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak: Etika Politik Harus Dimiliki Seorang Pemimpin

Politisi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai jika sulit sekali menerangkan etika pada orang yang tidak mampu memahaminya.

Politisi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak: Etika Politik Harus Dimiliki Seorang Pemimpin

Jakarta, Gesuri.id – Politisi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai jika sulit sekali menerangkan etika pada orang yang tidak mampu memahaminya. Adil itu sejak dari pikiran dan harus jadi karakter yang dimiliki seorang pemimpin politik, beda dengan seorang pedagang yang lebih fokus ke keuntungan yang didapat. Hal tersebut disampaikan Gilbert dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (3/12).

“Seorang calon pemimpin harus sadar arti keadilan, agar aturan berlaku sama kepada dirinya dan masyarakat. Gibran sendiri berhasil maju jadi cawapres dengan merubah UU Pemilu soal batas usia, dengan korban Ketua MK yang dinyatakan melanggar oleh MKMK,” ungkap politisi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut ia menegaskan jika sepatutnya kalau mengerti etika, baik Ketua MK Anwar Usman harusnya mundur saat menjabat, dan Gibran yang memakai aturan itu untuk lolos jadi cawapres sepatutnya mempunyai etika untuk tidak maju. 

“Sebagai mantan Kepala Daerah 5 kecamatan selama 2 tahun di Kotamadya Solo, Gibran tentu kalau memiliki etika, sadar arti aturan yang dibuat Kepala Daerah DKI soal CFD. Meski Gibran membantah jika CFD Jakarta adalah kampanye sebab tidak ada ajakan dan tanpa APK, tapi tujuannya adalah sosialisasi karena banyak massa, tapi terlihat malah asosial. Anies sendiri sebagai mantan Gubernur DKI tidak memanfaatkan itu, Ganjar mantan Gubernur Jawa Tengah masih mempunyai etika (roso) untuk tidak memanfaatkannya tapi dengan berlari bersama,” ungkapnya.

Gilbert juga menilai jikalau aturan soal usia saja tanpa etika dirubah untuk meloloskan batas usia, apalagi sekedar aturan Pergub DKI. Sepatutnya yang bersangkutan cukup datang sebagai warga yang ikut aturan Pergub soal CFD, ikut menikmati jalanan tersebut. Bukan malah menggunakan acara tersebut untuk sosialisasi dengan membagikan susu. Kita berharap masyarakat lebih cerdas dari cawapres yang terlihat tidak memiliki kepekaan soal keadilan (aturan) dan etika.

“Saya tidak yakin Bawaslu berani bersikap tegas. Mereka disarankan periksa ke dokter gigi, apakah memiliki gigi atau tidak,” tegasnya.

Quote