Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR RI akan mulai menyiapkan pembahasan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) dan APBN Tahun Anggaran 2027 sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
“Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Puan, dikutip Minggu (17/5/2026).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian harus menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak berdampak terhadap stabilitas ekonomi domestik, termasuk sektor UMKM dan kebijakan fiskal Indonesia ke depan.
Menurut Puan, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar tekanan global tidak semakin memperburuk kondisi perekonomian nasional.
Ia menjelaskan DPR RI pada masa sidang mendatang akan mulai memasuki pembahasan PPKF yang menjadi bagian penting dalam proses penyusunan APBN 2027.
Puan mengatakan pembahasan tersebut penting untuk memastikan kesiapan fiskal negara dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang dinamis.
“Pada sidang ke depan ini DPR juga akan masuk dalam pembahasan PPKF yaitu APBN 2027. Karena itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan APBN 2027 harus memperhatikan berbagai potensi risiko ekonomi dunia, termasuk langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Puan menegaskan bahwa situasi ekonomi yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan Indonesia semata, melainkan berkaitan erat dengan kondisi global yang memengaruhi berbagai negara.
Karena itu, ia menilai seluruh kebijakan ekonomi harus dipersiapkan secara matang agar Indonesia tidak terdampak lebih dalam akibat gejolak internasional.
“Ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya nanti akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” pungkasnya.

















































































