Ikuti Kami

Putra: Promo Pariwisata Butuh ‘Rayuan’ Milenial di Medsos

"Jangan mudah patah arang dengan teknologi yang kalian punya. Ini soal kreativitas kita".

Putra: Promo Pariwisata Butuh ‘Rayuan’ Milenial di Medsos
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan dalam Bimtek Penguatan Promosi Wisata Minat Khusus Melalui Media dengan Penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) di Fave Hotel Jakarta, Jumat (16/10). (Foto: gesuri.id/Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengingatkan untuk menggenjot sektor pariwisata di Tanah Air bangkit dari keterpurukan sebagai dampak pandemi, dibutuhkan promosi amunisi berupa imajinasi yang tinggi, cita-cita, dan kreativitas yang ekstra, dan semua itu sangat berpotensi dilahirkan dari tangan-tangan aktif nan kreatif Generasi Muda di media sosial.

Baca: Putra Ingatkan Nasib Masa Depan Generasi Penerus Pariwisata

Namun, lanjut Putra, semua promosi itu jangan merupakan 'rayuan gombal', sehingga perlu 'kemampuan merayu' dengan catatan yang jelas protokolnya. Ia mencontohkan dalam mempromosi sebuah objek wisata, jelas sampai di sana ada destinasinya, arung jeramnya ada, panjat tebing ada. 

"Jangan sampai di sana tidak ada protokol kesehatan dan keamanannya. Wisatawan jadi gamang. Itulah perlu kreativitas adek-adek sekalian dengan menggunakan teknologi. Jangan mudah patah arang dengan teknologi yang kalian punya. Ini soal kreativitas kita," ungkap Putra dalam Bimtek Penguatan Promosi Wisata Minat Khusus Melalui Media dengan Penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) di Fave Hotel Jakarta, Jumat (16/10).

Pandemi virus Corona ini memang telah memberikan dampak besar di sektor pariwisata sehingga menjadi sangat terpuruk. Untuk itulah, Anggota DPR RI dari Dapil Jakarta Timur tersebut bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepada generasi muda Jakarta Timur untuk bergerak menumbuhkan kembali geliat pariwisata Jaktim, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca: Putra: Covid 19 Paksa Industri Pariwisata Berubah Cepat

Lebih lanjut Putra menyatakan wisatawan nusantara (wisnus) dapat menggenjot pariwisata Indonesia dengan daya tarik di media sosial yang dilihat oleh wisatawan asing. 

"Wisatawan nusantara kalau sudah berani datang bawa keluarga ke obyek wisata, mereka pasti akan posting di instagram, facebook, dari situ wisatawan asing akan lihat postingan itu. Ooo... ternyata mereka sudah ke Danau Toba, Jakarta sudah bisa makan-makan, dan sebagainya. Jadi dengan wisnus mereka langsung mengapresiasi pengalaman mereka," beber Putra.

Untuk itulah, menurut Putra, promosi pariwisata sangat membutuhkan peran para generasi muda untuk andil mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya di Jakarta Timur. Hal itu, ujarnya, dilengkapi dengan kegetolan dan fasihnya para kawula muda tersebut dalam menggunakan media sosial namun dengan cara-cara yang kreatif.

Baca: Menteri Diingatkan Bangkitkan Pariwisata Bersama Anak Muda

Selain pintar bermedia sosial, Putra juga menuturkan bahwa dalam mempromosikan pariwisata di era Covid-19, dimana tak sedikit masyarakat masih was-was untuk keluar rumah maka mereka harus pintar merayu untuk masyarakat merasa aman saat berwisata dengan tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Promosi Pariwisata Minat Khusus, Adella Raung menyatakan bahwa pihaknya terus berusaha mencari solusi yang tepat agar sektor pariwisata dapat mempersiapkan diri bergerak kembali di era adaptasi kebiasaan baru. "Saat ini sudah menyusun protokol khusus di masa Covid-19," ujarnya.

Selain itu, ia juga merasa beryukur dengan keikutsertaan para generasi muda Jakkarta Timur yang siap untuk membantu promosi pariwisata lewat media sosial.

"Saya terima kasih banget ini Pak Putra, peserta anak muda semua, semoga bisa membantu promosi potensi di daerah masing-masing dengan tetap memegang protokol Covid yang sudah disusun," tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Suku Dinas Parekraf Jaktim Rus Suharto, dan para pengelola destinasi pariwisata di Jakarta Timur. Untuk diketahui acara tersebut akan berlangsung selama dua hari, Jumat (16/10) sampai dengan Sabtu (17/10).

Quote