Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Ajak Masyarakat Perkuat Iman, Jauhi Sifat Dengki, dan Tidak Berputus Asa

Rokhmin: Nilai-nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan pedoman kehidupan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

Rokhmin Dahuri Ajak Masyarakat Perkuat Iman, Jauhi Sifat Dengki, dan Tidak Berputus Asa
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjauhi sifat dengki, serta tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT sebagai fondasi utama kebahagiaan dan kemajuan bangsa. 

Menurutnya, bangsa yang beriman dan bertakwa akan senantiasa mendapat limpahan rahmat Allah sehingga mampu membangun peradaban yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

“Nilai-nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan pedoman kehidupan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis,” kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu, Jum'at (2/1/2026).

Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (SOSPILAR) yang digelar di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kualitas unggul sumber daya manusia, akhlak mulia, cinta tanah air, toleransi, ketaatan terhadap hukum, serta semangat persatuan dalam keberagaman merupakan karakter utama yang wajib dimiliki setiap warga negara Indonesia.

Sebagai Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Rokhmin menegaskan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai, nilai-nilai kebangsaan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan justru selaras dengan prinsip keadilan, persatuan, dan kemaslahatan umat.

Prof. Rokhmin berharap penguatan nilai kebangsaan tidak berhenti sebatas pemahaman konseptual, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

"Sinergi antara nilai Islam, semangat kebangsaan, dan dukungan konkret kepada petani diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pertanian di Juntinyuat," sebut sekaligus Pembina Pondok Pesantren Al-Muflihin Gebang Ilir Cirebon.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari sinergi tersebut, kegiatan SOSPILAR dirangkaikan dengan penyaluran bantuan Traktor Roda Empat (TR4) dari Kementerian Pertanian melalui Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Juntinyuat. Bantuan tersebut disambut dengan acara syukuran oleh Gapoktan Juntiweden sebagai ungkapan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.

Ketua Gapoktan Juntiweden, Cesnoto, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Namun, kami juga berharap adanya pendampingan lanjutan karena masih banyak petani yang belum memahami mekanisme pengajuan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Asropin yang mewakili Pemerintah Desa Juntiweden turut menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Ia berharap ke depan bantuan sarana dan prasarana pertanian dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan riil petani, khususnya terkait persoalan irigasi di wilayah hilir yang selama ini memengaruhi hasil pertanian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan nilai kebangsaan melalui SOSPILAR dapat berjalan seiring dengan penyaluran aspirasi serta bantuan nyata bagi petani. Dengan demikian, produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Juntinyuat terus berkembang, dan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin benar-benar terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Quote