Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menilai rampungnya pembangunan asrama haji Indramayu sebagai momentum reformasi pelayanan haji. Ia pun mendorong kesiapan layanan dan tata kelola yang akuntabel dan humanis.
Selly Gantina berharap rampungnya pembangunan memperkuat kesiapan embarkasi, khususnya bagi jemaah dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Selain mengapresiasi rampungnya pembangunan Asrama Haji. Saya berharap ini menjadi reformasi dalam peningkatan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji," ujar Selly Gantina dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 April.
Legislator PDIP dari Dapil Jabar VIII ini menegaskan rampungnya pembangunan fisik tidak boleh dimaknai sebagai selesainya tanggung jawab negara, melainkan lanjutan fase krusial dalam memastikan kesiapan operasional, kualitas layanan, serta tata kelola yang profesional dan akuntabel.
Karena itu, ia menilai, Kementerian Haji dan Umroh harus memastikan asrama haji ini benar-benar siap digunakan secara optimal, tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga dari aspek sumber daya manusia, sistem layanan, serta standar operasional yang jelas.
"Termasuk audit menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas pendukung, seperti layanan kesehatan, konsumsi, transportasi, dan sistem manajemen jemaah. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar justru belum siap melayani secara maksimal," katanya.
Ia juga berharap dengan rampungnya pembangunan dapat mengingatkan pentingnya integrasi Asrama Haji Indramayu dengan sistem embarkasi nasional, termasuk kesiapan akses transportasi menuju bandara dan konektivitas antarwilayah.
Karena itulah, Mantan Bupati Cirebon itu meminta perencanaan yang matang keberadaan asrama di Indramayu. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Begitupun dengan transparansi dalam pengelolaan dan pemanfaatan asrama haji harus dijaga. Selly menilai, publik berhak mengetahui setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan kepada jemaah.
Di sisi lain, ia mengharapkan keberadaan asrama ini memberikan aspek kenyamanan dan perlindungan jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan, harus menjadi prioritas utama. "Asrama haji bukan sekadar tempat transit, tetapi bagian penting dari pengalaman ibadah yang harus dijaga kualitasnya," katanya

















































































