Ikuti Kami

Seno Bagaskoro: Indonesia Harus Berani Keluar dari 'Board of War' dan Hidupkan Semangat KAA

Menurutnya, daya kritis yang sama sangat dibutuhkan untuk melihat posisi geopolitik Indonesia saat ini.

Seno Bagaskoro: Indonesia Harus Berani Keluar dari 'Board of War' dan Hidupkan Semangat KAA
Politisi muda PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro.

Rangkasbitung, Gesuri.id – Politisi muda PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro mengajak generasi muda untuk mewarisi "api" sejarah Bung Karno, yakni keberanian berpikir kritis dalam menantang status quo. 

Hal ini disampaikannya dalam peringatan Dies Natalis GMNI ke-72 di Museum Multatuli, Jumat (6/3).

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Seno mengaitkan semangat kritis tersebut dengan sosok Multatuli (Eduard Douwes Dekker) yang menginspirasi Bung Karno untuk mengubah realitas penjajahan menjadi kemerdekaan. 

Menurutnya, daya kritis yang sama sangat dibutuhkan untuk melihat posisi geopolitik Indonesia saat ini.

"Pemikiran kritis berarti mencatat, mencari tahu penyebab, menganalisis, dan menjawab permasalahan dengan menantang status quo. Itulah yang diajarkan sejarah kepada kita," kata Seno di hadapan peserta diskusi.
Kritik Tajam terhadap Board of Peace

Seno memberikan sorotan tajam pada keterlibatan Indonesia dalam organisasi internasional Board of Peace. Ia menilai organisasi tersebut telah kehilangan marwahnya menyusul agresi militer yang melibatkan negara anggotanya.

"Beberapa minggu setelah diresmikan, Board of Peace justru berubah menjadi Board of War. Organisasi ini sudah tidak relevan karena tidak lagi menunjukkan semangat perdamaian (peaceful)," ujarnya menyitir pendapat Prof. Jimly Asshiddiqie.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Sebagai solusi, Seno menawarkan agar Indonesia berhenti menjadi pengekor kekuatan besar dan kembali pada warisan luhur Bung Karno. 

Ia mendorong pemerintah untuk menggagas kembali semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai poros kekuatan alternatif dunia yang berdaulat dan adil.

Quote