Ikuti Kami

Sindir Cak Imin 'Omon-omon', PDI Perjuangan Pasang Badan Bela Kinerja Transportasi Pramono Anung

Andreas menilai langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track).

Sindir Cak Imin 'Omon-omon', PDI Perjuangan Pasang Badan Bela Kinerja Transportasi Pramono Anung
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

Jakarta, Gesuri.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, memberikan respons menohok terhadap kritik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), terkait carut-marut transportasi publik di Jakarta. 

Andreas menilai langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track).

Andreas menyebut bahwa persoalan transportasi di kota besar sekelas Jakarta merupakan tantangan universal yang juga dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Menurutnya, mencari solusi terbaik adalah proses yang berkelanjutan.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

"Transportasi di kota besar di seluruh dunia selalu menjadi tantangan dari waktu ke waktu untuk memperoleh solusi terbaik," ujar Andreas kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan bahwa dalam satu tahun masa kepemimpinannya, Pramono Anung terus berupaya maksimal mengurai benang kusut mobilitas di Ibu Kota.

Sebut Kritik Cak Imin Sebatas 'Omon-omon'

Menanggapi pernyataan Cak Imin yang menyoroti kesulitan warga mengakses transportasi umum saat hujan, Andreas menganggap hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik menjelang Pilkada. Ia menyindir ambisi politik di balik kritik tersebut dengan istilah "omon-omon".

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis

"Soal ke depan ada yang berambisi mau jadi Gubernur Jakarta dan berjanji memberi solusi, tentu sah-sah saja. Namanya juga omon-omon pra-kampanye," sindir Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut.

Sebelumnya, Cak Imin melontarkan kritik tajam saat meresmikan kantor DPW PKB DKI Jakarta. Ia mengklaim bahwa buruknya integrasi transportasi publik membuat warga jengah dan ingin meninggalkan Jakarta.

"Saya tanya 10 orang, 10-10 nya ingin pindah dari Jakarta. Faktornya apa? Begitu pulang kerja, sampai stasiun MRT, mencari transportasi daring maupun umum tidak ada. Bisa berjam-jam setiap hari, apalagi ketika hujan," tutur Cak Imin.

Quote