Surabaya, Gesuri.id – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya wajib hadir dalam mengawasi program prioritas nasional, khususnya terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini menyusul adanya insiden kesehatan yang menimpa siswa setelah mengonsumsi menu program tersebut.
“Pemerintah Kota harus hadir mengawasi agar tidak menjadi kendala yang berarti, mengingat Surabaya adalah Kota Layak Anak,” ujar pria yang akrab disapa Kaji Bulek’s tersebut, Selasa (12/5).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Kaji Bulek’s menilai, secara prosedural, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya telah memiliki standar kebersihan yang sangat tinggi. Menu yang disajikan pun dianggap sudah memenuhi kriteria sehat yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, ia menyayangkan munculnya musibah tersebut di tengah sistem yang dianggap sudah sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
“Lokasi SPPG yang membuat makanan memang sangat higienis dan tidak diragukan lagi. Tapi dengan adanya musibah ini, tentu menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota,” imbuhnya.
Sebagai kota metropolis kedua di Indonesia sekaligus penyandang gelar Kota Layak Anak, Surabaya diharapkan mampu menjadi barometer keberhasilan program nasional. Budi menekankan pentingnya menjaga kualitas kesehatan dan preferensi makanan anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kedepan, makanan untuk anak-anak harus benar-benar dijaga. Bukan hanya soal kualitas kesehatan dan kehigienisannya, tapi juga tingkat kegemaran (selera) makanannya,” terang Budi.
Ia mendorong Pemkot Surabaya untuk lebih intens melakukan koordinasi dan pengawalan dalam pendistribusian MBG di sekolah-sekolah.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurutnya, jangan sampai insiden ini menghambat keberlanjutan program nasional yang sangat krusial bagi generasi mendatang.
Budi Leksono berharap prinsip kehati-hatian dalam penyajian makanan benar-benar dimaksimalkan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini berkaitan langsung dengan masa depan bangsa.
“Siswa-siswi ini adalah generasi penerus bangsa yang perlu kita jaga bersama demi kelanjutan republik ini. Pengawasan harus maksimal agar program Pemerintah Pusat tetap terealisasi sukses dan tepat sasaran,” pungkasnya.

















































































