Bekasi, Gesuri.id - Sejumlah warga sudah meninggalkan Kota Bekasi pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Wali Kota Bekasi yang juga politisi PDI Perjuangan Tri Adhianto, mengatakan sekitar 60 persen warga Kota Bekasi memilih mudik ke kampung halaman. Sementara sisanya tetap berada di kota untuk menjaga roda aktivitas dan pelayanan publik.
“Kurang lebih hampir 60 persen warga Kota Bekasi mudik. Sisanya adalah pemain inti yang tetap menjaga kota ini berjalan, baik dari sisi pelayanan maupun aktivitas ekonomi,” ujar Tri, Jumat (20/3/2026).
Tri mengimbau warga yang hendak mudik untuk melapor kepada pengurus lingkungan setempat, seperti RT dan RW, sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Yang paling penting adalah kepedulian. Jadi bagi yang pergi, lapor minimal ke tetangga sekitar atau RT,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesadaran warga menjadi kunci utama menciptakan rasa aman selama periode mudik. Tri juga mengajak masyarakat yang tidak mudik untuk berperan aktif menjaga lingkungan sekitar.
“Bagi yang tidak mudik, kami minta saling jaga. Pemerintah tentu juga terus melakukan pemantauan,” kata Tri.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya melalui program Ridho Berpeci yang dilakukan secara daring dan melibatkan RT serta RW.
Selain itu, penguatan sistem keamanan lingkungan dilakukan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah wilayah, yang didukung melalui anggaran tingkat RW.
“Beberapa wilayah sudah dipasang CCTV hasil dana hibah RW. Ke depan, CCTV ini akan terintegrasi dengan milik pemerintah dan masyarakat sehingga semua bisa termonitor,” ujarnya.

















































































