Magelang, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, menegaskan bahwa kemampuan berbicara bahasa Inggris di depan umum (english public speaking) merupakan keterampilan krusial yang harus dimiliki generasi muda saat ini.
Penguasaan bahasa internasional tersebut dinilai menjadi kunci utama bagi para santri dan siswa madrasah untuk menghadapi tantangan era global.
Hal itu disampaikan Wibowo dalam acara Workshop English Public Speaking untuk Santri dan Siswa Madrasah yang digelar di Magelang, Jumat (15/5/2026).
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Wibowo Prasetyo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dan Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa Universitas Nasional (Unas).
“Bahasa Inggris mutlak harus dipelajari oleh adik-adik semua. Ke depan, generasi penerus bangsa akan terkoneksi dengan dunia internasional melalui bahasa Inggris sebagai bahasa global,” ujar Wibowo di hadapan ratusan peserta.
Legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris akan membuka peluang yang jauh lebih luas, baik di sektor pendidikan, dunia usaha, hingga pariwisata.
Terlebih, Magelang saat ini terus berkembang sebagai destinasi wisata internasional yang sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan kecakapan komunikasi global.
“Bagaimana bisa menjangkau pasar yang lebih luas kalau tidak menguasai bahasa Inggris? Apalagi Magelang sekarang semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata, sehingga kemampuan komunikasi internasional harus mulai dibiasakan sejak dini,” kata Wibowo menekankan.
Menurut Wibowo, tantangan terbesar bagi pelajar dalam menguasai bahasa asing bukanlah pada pemahaman teori, melainkan mental dan keberanian untuk berbicara di depan publik. Oleh karena itu, pelatihan ini dihadirkan khusus untuk mendobrak rasa tidak percaya diri para siswa.
“Banyak yang sebenarnya memahami bahasa Inggris, tetapi belum berani berbicara. Karena itu, dibutuhkan keberanian untuk terus mencoba dan berlatih. Public speaking harus diasah sejak sekarang,” tambahnya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Senada dengan Wibowo, Ketua Program Studi Sastra Inggris Unas, Siti Tuti Alawiyah, menjelaskan bahwa penguasaan bahasa asing bertindak sebagai nilai tambah (added value) yang signifikan dalam dunia profesional, sekaligus memperluas jaringan (networking).
“Kemampuan bahasa Inggris juga bisa menjadi bagian dari personal branding sehingga seseorang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga internasional,” jelas Siti.
Ia juga mengingatkan bahwa keterampilan ini tidak dapat tumbuh secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang konsisten serta dukungan penuh dari lingkungan keluarga dan sekolah.

















































































