Kotawaringin Timur, Gesuri.id - Halikinnor yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, secara terbuka menyatakan keputusannya bersaing dalam Pemilu Kepala Daerah 2020 nanti dengan mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati.
"Saya sudah pertimbangkan ini secara matang dan hari ini saya resmi menyerahkan berkas pendaftaran saya kepada PDI Perjuangan. Saya juga berkomunikasi intensif dengan partai politik lainnya," kata Halikinnor di Sampit, Jumat (27/9).
Baca: PDI Perjuangan Banjarmasin Terima Pendaftaran Empat Cawali
Halikinnor datang ke kantor DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur menggunakan mobil pribadi. Dia menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur Ahmad Yani.
Dia memilih PDI Perjuangan menjadi partai pertama untuk mendaftar karena visi dan misi yang sejalan dengan dirinya. Karena itu dia berharap nantinya diusung oleh PDI Perjuangan sebagai calon bupati meski dirinya bukan kader PDI Perjuangan karena statusnya sebagai aparatur sipil negara.
"Saya bersaing dalam pilkada karena merasa terpanggil untuk berbuat lebih besar lagi dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Meski saat ini dia menduduki jabatan tertinggi dalam karier seorang ASN, namun dia menilai masih ada keterbatasan dalam berbuat membantu masyarakat, berbeda dengan seorang kepala daerah yang memiliki kewenangan dalam membuat kebijakan.
Halikinnor yakin pengalamannya selama 33 tahun sebagai ASN akan sangat membantu jika dirinya dipercaya masyarakat menjadi Bupati Kotawaringin Timur. Dia sudah memiliki pandangan dan pengetahuan yang mencukupi dalam hal mengelola pemerintahan di daerah ini.
"Jika memang partai dan masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya, tentu saya siap. Saya sudah siap melepas jabatan saya dan mengundurkan diri dari ASN jika nantinya ditetapkan sebagai calon bupati. Ini sebuah pilihan demi masyarakat," kata Halikinnor.
Disinggung soal bakal calon wakil bupati, Halikinnor mengakui sudah ada beberapa tokoh yang menjalin komunikasi dengannya. Namun dia menegaskan, hal itu nantinya diserahkan sepenuhnya kepada partai politik yang akan mengusungnya untuk menentukan pilihan.
Halikinnor mengaku sudah siap bersaing dalam pilkada nanti. Seperti diketahui, sejumlah tokoh lain juga sudah mendaftar menjadi calon bupati melalui PDI Perjuangan, termasuk petahana HM Taufiq Mukri yang saat ini menduduki jabatan Wakil Bupati Kotawaringin Timur periode keduanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur Ahmad Yani mengatakan, saat ini sudah ada 11 orang yang mengambil formulir calon bupati di DPC PDI Perjuangan. Dari jumlah tersebut, sudah tujuh orang yang menyerahkan berkas pendaftaran, termasuk Halikinnor.
"Kami mengapresiasi Pak Halikinnor menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai pertama beliau untuk mendaftar. Kami mempersilakan beliau juga mendaftar ke partai lain karena PDIP memang harus berkoalisi karena kurang satu kursi untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati," kata Yani.
Yani menegaskan, seluruh tokoh yang mendaftar dalam penjaringan calon kepala daerah di PDI Perjuangan Kotawaringin Timur memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Keputusan akhir ada di tangan DPP PDI Perjuangan setelah melihat hasil survei dan pertimbangan lain.
Baca: Kader Partai Demokrat Merapat ke PDI Perjuangan Kalteng
"Misalnya hasil survei menunjukkan Pak Halikinnor paling tinggi elektabilitasnya dan dari faktor lain juga dianggap memenuhi syarat oleh DPP maka tidak menutup kemungkinan beliau yang dipilih meski beliau bukan kader PDI Perjuangan," kata Yani.
Sementara itu, tokoh yang mengambil formulir pendaftaran maupun sudah menyerahkan berkas pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur yaitu H Muhammad Jhon Krisli, Alexius, Yanson, H Nurul Edy, H Ahyar Umar, HM Taufiq Mukri, H Supriadi, Modika Latifah Munawarah, Ferry Khaidir, Yusuf Al Hudromy, Redy Setiawan dan Halikinnor. Pendaftaran akan ditutup pada 28 September nanti.

















































































