Surabay, Gesuri.id — Banteng Jatim FC U-17 menunjukkan performa menjanjikan menjelang tampil pada Soekarno Cup 2026. Dalam laga uji coba melawan Gresik United Academy U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (16/5/2026), tim muda asal Jawa Timur itu menang meyakinkan dengan skor 5-0.
Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, menilai perkembangan tim merupakan hasil proses latihan yang berjalan konsisten dalam beberapa bulan terakhir. Ia optimistis tim binaan DPD PDI Perjuangan tersebut mampu mempertahankan tradisi prestasi di Soekarno Cup 2026. “Kami yakin tim ini akan semakin matang mencapai puncak performa saat Soekarno Cup 2026 digelar,” ujarnya. Daniel menambahkan, tim pelatih dan manajemen akan terus berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan performa yang sudah terbentuk sejauh ini karena Soekarno Cup 2026 diperkirakan berlangsung semakin kompetitif dengan keikutsertaan 16 tim dari 16 provinsi di Indonesia.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Soekarno Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik. Turnamen sepak bola usia muda antarprovinsi itu merupakan agenda pembinaan rutin DPP PDI Perjuangan dan tahun ini diikuti 16 region/provinsi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemenangan atas Gresik United Academy U-17 melanjutkan tren positif Banteng Jatim FC U-17 dalam sejumlah laga uji coba sebelumnya. Sebelum meraih kemenangan telak tersebut, mereka sukses menahan imbang Persebaya U-17 dengan skor 2-2 dan menang 5-0 atas Indonesia Muda Surabaya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Pelatih Banteng Jatim FC U-17, Anies Septyawan, mengatakan para pemain mulai memahami identitas permainan yang ingin dibangun tim. Menurut dia, pendekatan taktikal yang diterapkan kini semakin matang dan mampu diterjemahkan pemain di lapangan. “Secara game model, pemain mulai memahami prinsip positional play. Kami ingin tim mampu mengontrol ruang, bukan hanya bola. Jadi pemain tidak bergerak sembarangan, tetapi menjaga occupation space dan menciptakan superiority di area tertentu,” kata Anies.
Ia menambahkan, aspek transisi permainan juga mengalami perkembangan. Menurut Anies, timnya mulai mampu melakukan perubahan fase dari bertahan ke menyerang dengan lebih cepat, termasuk respons ketika kehilangan penguasaan bola. “Transisi bertahan ke menyerang sudah lebih cepat, begitu juga saat kehilangan bola, mereka langsung melakukan pressure dan recovery. Itu yang terus kami asah,” ujarnya.
Pada pertandingan itu, dua gol Banteng Jatim FC U-17 dicetak talenta muda asal Kediri, Zevando Chievo. Adapun tiga gol lainnya dicetak Fais Firdaus dari Bangkalan, Panji Al Mukdor dari Sidoarjo, serta M. Rifki Aditya dari Surabaya. Seluruh pemain yang memperkuat tim tersebut merupakan hasil seleksi keliling Jawa Timur yang diikuti lebih dari 1.600 pemain sebelum akhirnya dipilih menjadi 25 pemain inti.
Dalam pertandingan melawan Gresik United Academy U-17, Banteng Jatim FC U-17 menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 yang berubah secara dinamis menjadi 4-3-3 ketika melakukan build-up progresif dan 3-5-2 saat memasuki fase menyerang. Skema itu memungkinkan tim lebih fleksibel dalam membangun serangan maupun menjaga keseimbangan permainan.
Permainan Banteng Jatim mulai berkembang sejak pertengahan babak pertama. Ketika membangun serangan dari lini belakang, dua bek tengah membuka ruang di sisi lapangan untuk menciptakan jalur progresi vertikal kepada pemain double pivot. Salah satu fullback juga beberapa kali melakukan underlap guna menciptakan overload di area tengah, sementara pemain sayap menjaga lebar permainan untuk membuka ruang antarlini.
Permainan satu hingga dua sentuhan menjadi ciri utama Banteng Jatim FC U-17 dalam laga tersebut. Tempo sirkulasi bola yang cepat membuat lawan dipaksa keluar dari area pertahanan rapat mereka. Menurut Anies, para pemain mulai terbiasa membaca situasi sebelum menerima bola sehingga proses distribusi menjadi lebih efektif. “Anak-anak mulai terbiasa dengan permainan berbasis scanning dan awareness. Sebelum menerima bola mereka sudah membaca opsi passing berikutnya. Itu membuat progresi bola berjalan lebih cepat dibanding laga uji coba kami sebelumnya,” katanya.
Selain penguasaan bola, Banteng Jatim FC U-17 juga mulai menerapkan prinsip gegenpressing ketika kehilangan bola. Para pemain langsung melakukan counter-press untuk menghambat lawan melakukan progresi serangan dari lini bawah.
Anies mengatakan, salah satu aspek yang masih terus dievaluasi adalah organisasi pressing ketika lawan menguasai bola. Menurut dia, tekanan dilakukan berdasarkan trigger tertentu, seperti saat lawan melakukan back pass, melakukan sentuhan pertama yang buruk, atau menerima bola dengan posisi tubuh tertutup. “Kami ingin membuat pressing Banteng Jatim lebih terorganisasi, dan bukan sekadar mengejar bola,” ujarnya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Pada fase menyerang, rotasi posisi antarpemain berlangsung cukup cair. Gelandang serang beberapa kali turun menjadi deep-lying playmaker, sedangkan pemain sayap masuk ke half-space untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Variasi pola tersebut membuat lawan kesulitan menjaga organisasi pertahanan secara konsisten.
Meski meraih kemenangan besar, Anies mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait kondisi fisik dan kemampuan pengambilan keputusan pemain di lapangan. “Kami akan mengevaluasi beberapa hal. Selain fisik, kami juga ingin mengasah kepekaan pemain dalam mengambil keputusan. Decision making sangat penting dipahami di era sepak bola modern. Kami melihat ada kekurangan pada aspek itu,” kata Anies.
Sementara itu, Asisten Manajer Eri Irawan mengatakan chemistry antarpemain dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai skema permainan semakin berkembang. Menurut dia, para pemain kini mulai memahami kapan harus bermain direct, kapan harus mengontrol tempo, serta kapan melakukan overload di area-area penting pertandingan.
Soekarno Cup sendiri telah digelar sebanyak tiga kali. Pada edisi perdana tahun 2023 di Jakarta, Banteng Bali FC keluar sebagai juara. Selanjutnya, pada edisi kedua tahun 2025 di Bali, gelar juara diraih Banteng Jatim FC U-17. Adapun edisi ketiga tahun 2026 akan berlangsung di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik dengan diikuti 16 region/provinsi dari seluruh Indonesia.

















































































