Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, mendorong lahirnya regenerasi sepak bola usia muda di Banten melalui pembinaan intensif menjelang Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar Banten terus melahirkan talenta-talenta muda berkualitas di dunia sepak bola.
Setelah melewati tahapan tryout pada April 2026, para atlet muda kini menjalani proses seleksi dan pembinaan sejak 11 Mei 2026 di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Program tersebut disiapkan untuk membentuk skuad terbaik Banten sekaligus memperkuat fondasi pembinaan pemain usia muda secara berkesinambungan.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo yang Jarang
Pembinaan dipimpin oleh Wiganda Saputra, pelatih yang pernah membawa Persita Tangerang promosi ke Liga 1. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknik, disiplin, dan mental bertanding para pemain muda yang diproyeksikan tampil di Soekarno Cup 2026.
Di tengah proses pembinaan, Abraham Garuda Laksono terlihat aktif memantau perkembangan para pemain. Ia menilai sepak bola bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang membangun karakter dan masa depan generasi muda.
“Anak-anak muda Banten punya potensi besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, pembinaan, dan kepercayaan agar bisa berkembang maksimal. Karena itu kami ingin Soekarno Cup ini menjadi bagian dari proses lahirnya regenerasi pemain muda yang siap bersaing,” ujar Abraham, Selasa, 12 Mei 2026.
Sebagai figur muda di lingkungan politik Banten, Abraham menegaskan bahwa pembinaan olahraga harus dilakukan secara serius dan konsisten. Menurutnya, investasi terbesar daerah terletak pada pembangunan kualitas generasi mudanya.
“Sepak bola mengajarkan disiplin, kerja keras, solidaritas, dan mental pantang menyerah. Nilai-nilai itu yang ingin kami tanamkan agar anak-anak muda Banten punya mimpi besar dan percaya diri untuk bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Baca: Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil
Ia juga menilai regenerasi sepak bola tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini.
“Kalau pembinaan dilakukan secara serius dan konsisten, saya yakin Banten tidak akan kekurangan talenta sepak bola. Dari lapangan-lapangan kecil inilah nanti lahir pemain-pemain hebat yang membanggakan daerah,” tambah Abraham.
Melalui rangkaian pembinaan tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten berharap Soekarno Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat regenerasi sepak bola Banten yang berkualitas, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas

















































































