Ikuti Kami

Bestari Barus Gagal Paham, Deddy Sitorus Tantang Ketua DPP PSI Itu Jelaskan Soal Dugaan Pembajakan Kader

Deddy: Yang gagal paham dia, kenapa saya yang dikasih paham?

Bestari Barus Gagal Paham, Deddy Sitorus Tantang Ketua DPP PSI Itu Jelaskan Soal Dugaan Pembajakan Kader
Anggota Komisi ll DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang menyebut ingin memberikan pemahaman kepada elite PDI Perjuangan terkait tudingan pembajakan kader oleh PSI. 

Deddy menilai pernyataan tersebut justru menunjukkan Bestari yang gagal memahami substansi persoalan yang disampaikan PDI Perjuangan.

"Yang gagal paham dia, kenapa saya yang dikasih paham? Saya tak merasa ada pemahaman apapun yang bisa ditambahkan Bestari atau PSI ke saya," kata Deddy, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Dalam tanggapannya, Deddy juga menyindir latar belakang politik Bestari Barus yang sebelumnya pernah menjadi kader Partai NasDem sebelum bergabung dengan PSI. Menurut Deddy, dirinya tidak membutuhkan pelajaran politik dari tokoh PSI tersebut.

"Apa Bestari mau ngajari saya bagaimana caranya jadi kutu loncat atau maju tak gentar membela yang bayar?" ucap Deddy Sitorus.

Deddy kemudian menantang Bestari untuk menjelaskan bagian mana dari pernyataannya terkait dugaan pembajakan kader yang dianggap belum dipahami. Ia bahkan menyatakan siap memberikan penjelasan apabila memang ada hal yang dinilai kurang jelas.

"Bagian mana yang dia kurang paham, biar saya kasih paham," tuturnya.

Pernyataan Deddy tersebut merupakan respons atas komentar Bestari Barus yang menanggapi tudingan Deddy mengenai adanya upaya membujuk kader-kader PDI Perjuangan untuk bergabung ke PSI. Sebelumnya, Deddy sempat menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo memiliki peran dalam proses perpindahan sejumlah kader PDIP ke partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep.

Menanggapi tudingan tersebut, Bestari Barus menegaskan bahwa keputusan seseorang untuk bergabung atau meninggalkan partai politik merupakan hak pribadi yang tidak dapat diintervensi pihak lain.

"Ini, catat baik-baik ya, bahwa berada atau tidak berada di dalam satu partai politik yang mana pun itu, itu murni hak privat," kata Bestrai setelah bertemu dengan Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, dilansir detikJateng, Kamis (18/6/2026).

Perdebatan antara kedua politisi tersebut menambah dinamika hubungan politik antara PDI Perjuangan dan PSI yang belakangan kerap saling berbalas pernyataan terkait perpindahan kader dan peta politik nasional. Hingga kini, polemik mengenai tudingan pembajakan kader tersebut masih terus menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan dari masing-masing pihak.

Quote