Ikuti Kami

Deddy Sitorus: Pelajaran Berharga dari Kehadiran Jokowi Jadi Studi Kasus Dalam Pengkaderan Partai

Deddy: Sudah barang tentu PDI Perjuangan tidak akan pernah melupakan Jokowi sampai kapan pun.

Deddy Sitorus: Pelajaran Berharga dari Kehadiran Jokowi Jadi Studi Kasus Dalam Pengkaderan Partai
Ilustrasi. Sumber: radartasikmalaya_official.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menegaskan partainya tidak akan pernah melupakan sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pengalaman politik bersama Jokowi justru menjadi bahan pembelajaran yang dibahas dalam berbagai kegiatan pengkaderan di internal partai.

“Sudah barang tentu PDI Perjuangan tidak akan pernah melupakan Jokowi sampai kapan pun. Bahkan dalam semua kegiatan pengkaderan, pelajaran berharga dari kehadiran Jokowi menjadi studi kasus untuk dibahas,” kata Deddy, dikutip Kamis (18/6/2026).

Deddy menjelaskan, pembahasan mengenai Jokowi di internal partai mencakup berbagai pelajaran politik yang dianggap penting untuk kader-kader PDI Perjuangan. Salah satunya terkait perubahan sikap seseorang ketika berada dalam lingkaran kekuasaan.

“Bahwa manusia bisa berubah jika sudah candu terhadap kekuasaan, ketenaran dan kekayaan. Kedua, orang bisa berbohong dan menipu dengan sempurna dalam jangka waktu yang lama, cukup pura-pura lugu dan sederhana padahal menyimpan ambisi dinasti lintas generasi,” jelasnya.

Selain itu, Deddy juga menilai bahwa kekuasaan dapat memengaruhi seseorang hingga mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi dan hukum yang seharusnya dijaga dalam kehidupan bernegara.

“Ketiga, bahwa kekuasaan dan syahwat kekuasaan itu sangat memabukkan dan bisa membuat orang membengkokkan semua fondasi demokrasi dan hukum negara,” imbuhnya.

Menurut Deddy, berbagai hal yang dinilai menjadi pelajaran politik dari sosok mantan kader PDI Perjuangan tersebut akan terus menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi partai ke depan.

“Dalam konteks itulah di internal PDI Perjuangan seorang Jokowi tidak akan pernah dilupakan tapi jadi pelajaran pahit di masa depan,” tuntasnya.

Quote