Ikuti Kami

Musthofa Beberkan Makna Terdalam Pelaksanaan Tradisi Sewu Kupat

Sewu Kupat ini punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Musthofa Beberkan Makna Terdalam Pelaksanaan Tradisi Sewu Kupat
Anggota DPR RI, Musthofa.

Jakarta, Gesuri.id - Pelaksanaan Tradisi Sewu Kupat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, rupanya tidak sekadar menjadi ajang pelestarian warisan leluhur nusantara. Kegiatan budaya tahunan ini terbukti sukses memutar roda ekonomi kerakyatan secara masif, membawa angin segar bagi pemasukan warga setempat pascalebaran.

Kehadiran ribuan wisatawan dan peziarah dari berbagai daerah membuka keran rezeki baru bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di kawasan lereng Gunung Muria tersebut.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Berbagai produk mulai dari kuliner khas hingga kerajinan lokal mendapatkan ruang strategis untuk dipasarkan.

Anggota DPR RI, Musthofa, menegaskan bahwa perayaan yang dikemas sebagai bentuk penghormatan kepada Sunan Muria ini merupakan katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat desa.

"Sewu Kupat ini punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang terbantu karena adanya kegiatan ini,” ujar Musthofa, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Kudus.

Di luar aspek perputaran uang, Musthofa menyoroti betapa pentingnya menjaga muruah nilai gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan kultural ini. Ia menilai, keberhasilan perayaan tersebut tak lepas dari sumbangsih dan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat.

“Ini adalah kekuatan masyarakat. Kegiatan ini lahir dan berkembang dari warga, sehingga harus terus dijaga bersama,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kearifan lokal ini mutlak menjadi milik komunal warga Desa Colo, bukan diklaim sebagai milik individu atau kelompok tertentu. Oleh karenanya, siapa pun pemimpin daerah yang tengah menjabat wajib melestarikan identitas daerah tersebut.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Ke depannya, Musthofa mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk turun tangan memberikan dukungan nyata. Optimalisasi fasilitas dan tata kelola diyakini akan melipatgandakan efek domino kesejahteraan bagi perputaran ekonomi warga.

“Kalau ada sentuhan dari pemerintah daerah, saya yakin dampaknya bisa lebih besar lagi bagi masyarakat,” tambahnya.

Perpaduan harmonis antara pesona wisata religi, budaya turun-temurun, dan kekompakan warga Colo ini diharapkan terus terjaga kelestariannya. Hal itu demi menjadikan Sewu Kupat sebagai salah satu pilar kesejahteraan kawasan tanpa menghilangkan nilai sakralitasnya.

Quote