Surabaya, Gesuri.id — Duka atas gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut dirasakan insan sepak bola dalam gelaran Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur.
Sebelum kick-off pertandingan pada Sabtu (15/8/2026), para pemain, official, panitia, dan penonton serentak mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban bencana.
Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi membuat suasana kompetisi yang biasanya dipenuhi sorak-sorai seketika berubah menjadi khidmat. Aksi tersebut digelar di sejumlah venue yang menjadi lokasi pertandingan Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Para pemain dari kedua tim yang akan bertanding berdiri berdampingan di tengah lapangan. Mereka menundukkan kepala dan memanjatkan doa, diikuti penonton di tribun yang menghentikan sejenak dukungan kepada tim masing-masing. Suasana semakin mengharukan ketika sejumlah penonton yang memiliki kerabat di NTT terlihat meneteskan air mata.
Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma’ruf, mengatakan mengheningkan cipta menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana.
“Di balik semangat kompetisi dan olahraga, ada rasa persaudaraan bangsa yang tak boleh terputus. Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Anang.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Menurut Anang, momen tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan berada di atas persaingan olahraga. Ribuan penonton dan para pemain yang berasal dari berbagai daerah dipersatukan dalam keheningan untuk menyampaikan doa serta dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Bagi penyelenggara dan peserta Soekarno Cup 2026, pertandingan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan hijau. Di tengah musibah yang menimpa masyarakat NTT, kompetisi tersebut juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian dan semangat persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Setelah prosesi mengheningkan cipta selesai, pertandingan kembali dilanjutkan. Namun, keheningan beberapa menit sebelum kick-off meninggalkan pesan kuat bahwa rivalitas di lapangan tidak menghapus rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap mereka yang sedang tertimpa bencana.

















































































