Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mulai menggalang kekuatan untuk menghadapi Pemilu 2029 melalui pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-kabupaten setempat.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Kalteng Arton S Dohong di Kuala Kurun, Senin, mengatakan musancab ini dihadiri oleh 12 pengurus dari 12 kecamatan yang ada di Gumas.
“Kita melihat pelaksanaan Musancab ini berjalan dengan kompak dan sukses,” sambungnya.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Ia berharap, melalui pelaksanaan Musancab yang baik ini tugas-tugas kepartaian di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan dapat berjalan dengan optimal, sesuai dengan AD/ART serta arahan partai.
Agenda partai ke depan pada 2029 hingga 2030 merupakan agenda rutin, seperti pelaksanaan pemilu, pilkada dan pemilihan legislatif. Diharap PDIP semakin maju dan mampu memberikan warna dalam dinamika politik, khususnya di Kalteng dan Gumas.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Gumas Nomi Aprilia menyampaikan, Musancab dilaksanakan sebagai bagian dari konsolidasi partai pasca Kongres VI, untuk memperkuat struktur kepemimpinan di tingkat kecamatan melalui pembentukan dan penetapan pengurus anak cabang.
Musancab menjadi langkah strategis memperkuat konsolidasi internal partai hingga tingkat kecamatan, sekaligus menyiapkan struktur organisasi yang solid sebagai modal menghadapi kontestasi politik mendatang.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
“Melalui Musancab ini kita memperkuat barisan, merapatkan konsolidasi kader, serta memastikan struktur partai di tingkat PAC dan ranting siap bergerak menghadapi agenda politik ke depan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil Musancab, telah ditetapkan sekaligus dikukuhkan PAC di 12 kecamatan yang ada di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’, untuk periode 2026-2031.
“Ada beberapa perubahan pengurus di tingkat anak cabang. Ada yang karena masalah kesehatan sehingga tidak bisa melanjutkan tugas dan ada juga karena dinamika politik,” demikian Nomi.

















































































