Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi besar di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, terutama warga di pulau terluar di Kabupaten Sangihe yang terisolasi karena rusaknya infrastruktur fasilitas umum.
“Pemerintah harus segera menjangkau masyarakat yang terisolasi akibat gempa, khususnya warga yang tinggal di pulau terluar/terdepan. Bantuan harus cepat disalurkan,” ujar Puan, dikutip Kamis (11/6/2026).
Seperti diketahui, warga Sulut dikejutkan oleh guncangan hebat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 pada Senin, 8 Juni pagi. Gempa ini merupakan rangkaian gempa dahsyat Filipina.
BMKG mencatat gempa terjadi pada Senin pagi, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB atau 07.37 Wita. Hasil analisis terbaru menunjukkan kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,7. Episenter berada di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang berbatasan langsung dengan negara Filipina.
Selain di Sangihe, guncangan gempa dilaporkan terasa di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, termasuk Manado dan wilayah sekitarnya. Beberapa laporan juga menyebutkan getaran dirasakan hingga Gorontalo dan daerah lain di Indonesia bagian timur.
Meski tak ada korban jiwa, Puan menyebut gempa besar di Sulut ini harus menjadi menjadi momentum evaluasi nasional terhadap kesiapan sistem mitigasi bencana. Menurutnya, kerusakan dapat terjadi bahkan ketika korban jiwa relatif dapat diminimalkan.
"Ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan penanganan bencana perlu diperluas. Ketangguhan bencana di Pulau terluar juga harus semakin diperhatikan. Tantangan geografis seharusnya justru menjadi faktor agar Negara memiliki antisipasi bila bencana terjadi agar tidak menimbulkan beban besar bagi masyarakat,” kata Puan.

















































































