Ikuti Kami

Banteng Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi DPRD Pada Pemilu 2029

Rampungnya Musran menjadi pijakan penting untuk memperkuat mesin organisasi hingga tingkat paling bawah.

Banteng Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi DPRD Pada Pemilu 2029
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono.

Jakarta, Gesuri.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menuntaskan Musyawarah Ranting (Musran) se-Kabupaten Blitar. Setelah struktur ranting rampung, partai kini mengarahkan konsolidasi untuk mengejar target 22 kursi DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu 2029.

Penutupan rangkaian Musran dipusatkan di Rumah Aspirasi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Supriadi, Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Minggu (16/8/2026) malam. Kegiatan serentak juga berlangsung di Dusun Grawan, Desa Rejosari, Kecamatan Wonodadi, serta Balai Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono mengatakan, rampungnya Musran menjadi pijakan penting untuk memperkuat mesin organisasi hingga tingkat paling bawah.

“Alhamdulillah malam ini kita menuntaskan kegiatan Musyawarah Ranting PDIP se-Kabupaten Blitar. Semuanya berjalan luar biasa dan kompak,” kata Guntur.

Menurutnya, konsolidasi tidak berhenti setelah kepengurusan ranting terbentuk. DPC akan melanjutkan penguatan struktur hingga tingkat dusun atau dukuh sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Target yang dipatok pun cukup tinggi. PDIP Kabupaten Blitar tidak sekadar ingin mempertahankan perolehan kursi sebelumnya, tetapi menargetkan peningkatan hingga 22 kursi DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu 2029

“Target kita ke depan bisa meraih 22 kursi, dengan harapan setiap kecamatan minimal ada satu kursi,” ujarnya.

Guntur menilai target tersebut membutuhkan kerja organisasi yang terukur dan konsisten. Struktur DPC, PAC, ranting hingga anak ranting harus bergerak dalam satu garis konsolidasi.

Kecamatan Srengat, misalnya, memiliki 16 ranting yang dinilai memiliki potensi politik cukup besar. Penguatan struktur di wilayah tersebut diharapkan ikut menopang target penambahan keterwakilan kader di DPRD Kabupaten Blitar.

Guntur mengatakan, pekerjaan organisasi berikutnya adalah membentuk kepengurusan di tingkat dusun atau dukuh di seluruh Kabupaten Blitar.

DPC juga menyiapkan pembekalan bagi struktur tersebut pada 2027. Langkah itu dilakukan agar kader di tingkat paling bawah tidak hanya memiliki struktur formal, tetapi memahami tugas organisasi dan mampu membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Kita ingin struktur ini benar-benar hidup dan bekerja. Konsolidasi tidak boleh berhenti hanya karena Musran sudah selesai,” ujarnya.

Menariknya, proses Musran juga memperlihatkan semakin banyak kader muda yang masuk dalam struktur partai.

Menurut Guntur, regenerasi menjadi kebutuhan penting agar organisasi memiliki kesinambungan sekaligus mampu menjangkau kelompok pemilih muda.

“Generasi tua tetap membimbing generasi muda agar organisasi ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” katanya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Supriadi menambahkan, Musran merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan secara berjenjang.

Ia berharap kepengurusan baru menjadi ruang pembentukan kader-kader muda yang memiliki loyalitas sekaligus kemampuan membawa organisasi semakin besar.

“Harapan kita dengan adanya Musran ini bisa mencetak kader-kader muda, terutama yang loyal kepada partai dan ke depan mampu membawa kebesaran PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar,” ujar Supriadi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Blitar.

Dengan berakhirnya Musran di seluruh Kabupaten Blitar, konsolidasi kini bergerak ke tahap berikutnya. Struktur dusun akan diperkuat, kader muda dipersiapkan, dan komunikasi politik diperluas.

Bagi PDIP Blitar, target 22 kursi pada 2029 bukan sekadar angka. Target itu kini mulai dikerjakan dari bawah, dari ranting hingga dusun

Quote