Ikuti Kami

Djarot Ulas Pancasila 1 Juni Pada Pendidikan Kader di Binjai

"Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus diketahui dari waktu ke waktu, generasi ke generasi".

Djarot Ulas Pancasila 1 Juni Pada Pendidikan Kader di Binjai
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang ideologi dan kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat memaparkan sejarah lahirnya Pancasila oleh Bung Karno, 1 Juni 1945.

Medan, Gesuri.id - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang ideologi dan kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat memaparkan sejarah lahirnya Pancasila oleh Bung Karno, 1 Juni 1945.

Pemaparan tersebut dilakukan Djarot, pada kegiatan pendidikan kader pratama PDI Perjuangan Binjai, di Bukit Lawang, Langkat, Minggu (8/8).

Baca: Ocehan Biden Jakarta Tenggelam, Anies Salah Stop Reklamasi !

"Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus diketahui dari waktu ke waktu, generasi ke generasi," katanya.

Hal tersebut menurut Djarot harus dilakukan agar pancasila dikawal, dijaga dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa bernegara.

Lahirnya pancasila, kata Djarot tak lepas dari kiprah bapak bangsa yang juga Presiden pertama RI, Sukarno.

"Bung Karno, pada masa pergerakan terlebih dahulu memperkuat kesadaran berbangsa menuju Indonesia merdeka," tuturnya.

Djarot menuturkan, prinsip kebangsaan yang menjiwai pancasila, merupakan kebangsaan Indonesia yang bulat. Negara Indonesia bukan dibangun untuk satu golongan saja, melainkan satu negara 'semua buat semua'.

"Sedangkan prinsip peri kemanusiaan yakni kemanusiaan yang menghadirkan suatu persaudaraan dunia di tengah bangsa-bangsa. Hal ini sudah dilakukan Bung Karno tatkala menggagas Konferensi Asia Afrika tahun 1955," imbuhnya.

Djarot menjelaskan, musyawarah mufakat yang dimaksud Bung Karno membahas seluruh hal terkait negara dan bangsa di dalam badan perwakilan rakyat.

"Kesejahteraan sosial merupakan bentuk dari demokrasi ekonomi di samping demokrasi politik. Kita tak hanya mencari keberesan politik saja, juga keberesan ekonomi agar kesejahteraan sosial dapat terwujud," ujarnya.

Pada Pancasila 1 Juni, kata Djarot Negara Indonesia melindungi segenap rakyatnya dalam beribadah, berketuhanan yang berbudi pekerti luhur, berkeadaban dan saling hormat menghormati.

Terkait pendidikan kader yang sempat fakum selama 9 tahun  ini, Djarot yang kerap disebut sebagai kuncen makam Bung Karno ini berharap mampu menjadi awal kembali dilakukan pendidikan kader PDI Perjuangan di Sumatera Utara.

"Pendidikan kader ini harus dilakukan kembali di setiap DPC secara berkesinambungan. Tidak boleh tidak," tegas Djarot.

Pantauan lapangan hadir pada acara tersebut, Fungsionaris PDI Perjuangan, Meriahta Sitepu, Samulia Indra, Penyabar Nakhe.

Juga turut hadir Kepala Badiklatda Sumut, Sadar Siahaan, Ketua DPC PDI Perjuangan Binjai, Syarif Sitepu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Fahrul Hasibuan.

Baca: Peringatan Joe Biden Tentang Jakarta, Ini Kata Megawati 

Sementara itu, Ketua Badiklatda PDI Perjuangan Sumut, Sadar Siahaan mengatakan, kegiatan pengkaderan tersebut dihadiri oleh 35 jajaran Pengurus dan Anggota PDI Perjuangan Kota Binjai.

Tujuan kegiatan ini menurut Sadar Siahaan, dilakukan agar melahirkan kader-kader yang militan, kader kader yang pro rakyat, tak hanya sekadar anggota partai. Seorang kader sudah pasti anggota partai, akan tetapi anggota partai belum tentu  kader.

"Pemimpin yg mumpuni, pemimpin yang mampu memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan rakyat," pungkasnya.

Quote