Ikuti Kami

HUT ke-77 Megawati, PDI Perjuangan Surabaya Gelar Doa Bersama Ratusan Anak Yatim Piatu

Doa dan santunan itu sekaligus memberikan pesan kepada semua orang tentang kepedulian kepada sesama yang selalu diperintahkan Megawati.

HUT ke-77 Megawati, PDI Perjuangan Surabaya Gelar Doa Bersama Ratusan Anak Yatim Piatu
Doa bersama dan santunan ke anak yaktim dalam perayaan HUT ke-77 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Kota Surabaya.

Surabaya, Gesuri.id - Keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya, merayakan hari ulang tahun ke-77 Megawati Soekarnoputri, Selasa 23 Januari 2024. Peringatan ultah dari Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan itu dilakukan sederhana kader-kader banteng bersama ratusan anak yatim piatu.

Doa dan santunan itu sekaligus memberikan pesan kepada semua orang tentang kepedulian kepada sesama yang selalu diperintahkan Megawati kepada seluruh kader banteng.

Peringatan ulang tahun Megawati bersama anak yatim digelar di sejumlah titik, di antaranya di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya. Juga, dilakukan di Panti Asuhan Al-Hasyimi Kecamatan Sukolilo yang terletak tak jauh dari Asrama Haji Sukolilo. 

BaCa: Ternyata Ini Zodiak Ganjar Pranowo, Berikut Karakternya

Asrama Haji Sukolilo adalah tempat bersejarah dalam perjalanan politik Megawati, ketika digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PDI pada 1993 di tengah represi rezim Orde Baru. Di setiap titik kegiatan, santunan diberikan kepada 77 anak yatim piatu.

“Kesederhanaan menjadi bagian dari PDI Perjuangan selama ini. Bu Mega selalu mengingatkan kita semua agar bersama rakyat miskin, kalangan wong cilik, dan ini menjadi garis perjuangan PDI Perjuangan,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya,  Adi Sutarwijono.

“Dari Surabaya, kita semua menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Ibu Megawati, sekaligus dengan ketulusan berdoa agar beliau senantiasa dianugerahi Tuhan YME dengan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” papar Adi Sutarwijono, yang juga ketua DPRD Surabaya. 

Adi mengatakan, peringatan ulang tahun ke-77 tahun Megawati ini terasa lebih spesial. Megawati dikenal sebagai sosok yang kokoh pendirian terhadap konstitusi, hukum, dan etika kebangsaan. 

Saat ini, lanjut Adi, Indonesia tengah melaksanakan pemilu dalam suasana prihatin. Ancaman terhadap demokrasi berada di depan mata, terutama dengan adanya intimidasi yang dilakukan terhadap rakyat. 

“Ibu Megawati dalam kampanye di Bandung kemarin sudah mengingatkan kepada kami agar berani melaporkan jika ada intimidasi,” kata Adi.

Menurut Adi, ancaman terhadap demokrasi tidak bisa dibiarkan. “Jangan sampai demokrasi di Indonesia menjadi yatim piatu karena ditinggalkan warganya, akibat suasana menakutkan yang muncul hari ini. Demokrasi tidak boleh dibiarkan mati di dalam kegelapan,” katanya.

Adi mengatakan, anak-anak yatim piatu sesungguhnya memiliki ketulusan dan kekuatan dalam doa. “Anak-anak itu ditempa oleh kehidupan. Mereka tegar dan kokoh dalam menghadapi hidup. PDI Perjuangan Kota Surabaya juga akan senantiasa mengawal kebijakan yang melindungi dan memberdayakan anak-anak yatim, mulai dari sektor pendidikan hingga kesehatan,” katanya.

Adi mengatakan, kader-kader PDI Perjuangan dan anak-anak yatim piatu bersyukur atas hari ulang tahun Megawati. Mendokan putri Bung Karno itu dikaruniai panjang umur, sehat selalu, diberikan kekuatan dan diberkati Tuhan YME. 

BaCa: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

“Ibu Megawati telah menginspirasi banyak orang. Kokoh dalam prinsip,  menjaga konstitusi dan demokrasi. Kami turut berbahagia dan bersyukur telah dibimbing beliau. Ibu Megawati mengajarkan pada kami untuk selalu setia di garis depan perjuangan,” katanya.

Megawati membuat begitu rakyat kagum dengan keteguhan hatinya pada kedaulatan rakyat dan keutuhan sekaligus persatuan negara Indonesia. “Ibu Megawati  dan PDI Perjuangan menolak perpanjangan jabatan presiden dan masa jabatan tiga periode. Konstitusi mematok 2 kali, dan selesai. Ibu Megawati dan PDI Perjuangan kokoh dalan sikap itu,” kata Adi Sutarwijono.

“Meskipun membawa konsekuensi dalam Pemilu dengan munculnya tekanan serta intimidasi, namun kokohnya Ibu Mega terhadap konstitusi itulah yang menjadikan beliau tampil sebagai penjaga demokrasi,” katanya.

Quote