Ngawi, Gesuri.id – Mengawali tahun 2026, struktural DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi masa bakti 2025–2030 memilih cara reflektif untuk menyambut tahun baru.
Bertempat di Bumi Perkemahan Desa Sumberejo, Kecamatan Sine, para pengurus baru menggelar Kemah Perjuangan sebagai sarana muhasabah sekaligus penguatan soliditas organisasi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus yang baru saja ditetapkan dalam Konferda–Konfercab serentak di Surabaya untuk membangun kekompakan dan kesamaan visi.
Selain diskusi strategi partai, kegiatan tersebut juga diisi dengan doa bersama bagi korban bencana banjir di Sumatera, sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial.
Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, Kemah Perjuangan bertujuan membentuk karakter pengurus yang adaptif terhadap dinamika zaman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin pengurus DPC PDI Perjuangan Ngawi ke depan lebih kreatif dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Dwi Rianto Jatmiko, Jumat (2/1/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Antok ini menekankan pentingnya pengurus menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi demi menjaga marwah organisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman latar belakang pengurus—mulai dari tokoh senior, perempuan, hingga generasi muda—harus diiringi dengan kinerja nyata.
“Jangan hanya setor nama. Jalankan amanah ini dengan kerja-kerja politik yang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat,” tegasnya.

















































































