Ikuti Kami

Wanto Sugito Serukan Banteng Banten Untuk Solid dan Berpihak Kepada Rakyat

Menurut Wanto, peringatan HUT PDI Perjuangan tahun ini tidak boleh dimaknai sebatas seremoni.

Wanto Sugito Serukan Banteng Banten Untuk Solid dan Berpihak Kepada Rakyat
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito.

Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, menegaskan pentingnya soliditas partai serta konsistensi keberpihakan kepada rakyat sebagai fondasi utama perjuangan politik PDI Perjuangan.

Menurut Wanto, peringatan HUT PDI Perjuangan tahun ini tidak boleh dimaknai sebatas seremoni.

Momentum ulang tahun partai harus menjadi ruang refleksi ideologis dan penguatan komitmen kader terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa.

Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak

Ia menjelaskan, tema HUT PDI Perjuangan ke-53, Satyam Eva Jayate dengan subtema “Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya”, mengandung pesan mendalam tentang keberanian untuk berdiri tegak di atas kebenaran dan kepentingan rakyat.

Wanto menegaskan bahwa arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sangat jelas.

Seluruh jajaran partai diminta terus hadir di tengah rakyat, terutama dalam situasi sulit yang tengah dihadapi masyarakat di berbagai daerah.

“PDI Perjuangan lahir dari rahim penderitaan rakyat. Karena itu, seluruh kader harus terus meneguhkan komitmen untuk tertawa dan menangis bersama rakyat. Ini bukan sekadar slogan, melainkan sikap politik,” kata Wanto, Selasa, 6 Januari 2026.

Di Provinsi Banten, lanjut Wanto, PDI Perjuangan terus mengonsolidasikan kekuatan organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

Konsolidasi ini dilakukan untuk memastikan mesin partai tetap solid dan responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat. Selain penguatan struktur, kader PDI Perjuangan di Banten juga didorong untuk aktif menjawab persoalan nyata rakyat.

Mulai dari penanganan bencana hidrometeorologi, persoalan lingkungan hidup, hingga isu kesejahteraan sosial yang langsung dirasakan masyarakat.

Wanto menyebutkan bahwa kehadiran kader di tengah rakyat merupakan bentuk nyata dari politik gotong royong yang menjadi ciri khas PDI Perjuangan.

Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji 

Dengan cara itu, partai tidak berjarak dengan rakyat yang diperjuangkannya.

Ia menambahkan, peringatan HUT ke-53 ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin organisasi dan soliditas kader. Hal tersebut dinilai krusial dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

“Ideologi Pancasila dan ajaran Bung Karno harus hidup dalam tindakan nyata. Itulah pesan utama Ketua Umum yang kami pegang dalam menyongsong HUT PDI Perjuangan ke-53, dengan rakyat sebagai pusat perjuangan,” pungkasnya

Quote