Ikuti Kami

Samuel Wattimena: Kompetisi Fatmawati Trophy Cari Desainer Berjiwa 'Leader'

Kompetisi ini bertujuan mencari kreator yang mampu menangkap semangat progresif Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno.

Samuel Wattimena: Kompetisi Fatmawati Trophy Cari Desainer Berjiwa 'Leader'
Pakar mode sekaligus perancang busana senior, Samuel Wattimena.

Jakarta, Gesuri.id  – Pakar mode sekaligus perancang busana senior, Samuel Wattimena, menekankan bahwa ajang kompetisi desain busana Fatmawati Trophy 2026 bukan sekadar ajang meniru gaya masa lalu.

Menurutnya, kompetisi ini bertujuan mencari kreator yang mampu menangkap semangat progresif Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno.

Dalam peluncuran acara di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2), Samuel menjelaskan bahwa fokus lomba ini adalah menerjemahkan keberanian Fatmawati dalam berpenampilan sebagai bentuk ekspresi kepemimpinan.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

"Penampilan Ibu Fatmawati adalah ekspresi seorang wanita yang berusaha menjadi leader (pemimpin), bukan follower (pengikut)," tegas Samuel saat memaparkan materi mengenai filosofi kebaya dan kerudung Ibu Bangsa.

Anggota DPR RI ini mengungkapkan bahwa arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sangat jelas: kompetisi harus menonjolkan sisi "progres" atau kemajuan. Gaya berpakaian Fatmawati pada zamannya dinilai sangat melampaui waktu dan menjadi "lokomotif" bagi pengenalan wastra Nusantara.

Untuk itu, Samuel mendorong para peserta agar tidak terpaku pada padanan kebaya dan batik saja. Ia menantang para desainer untuk mengeksplorasi kekayaan kain daerah lainnya, seperti Sarung Makassar dan Tenun, Lurik dan Sulam serta Songket dari berbagai pelosok daerah.

Sejalan dengan visi Samuel, Sekretaris Panitia Nasional, Dana Anugerah Raffliansyah, menyatakan bahwa ajang bertema ‘Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno dalam Balutan Wastra Nusantara’ ini dirancang secara kompetitif. Pemenang akan memperebutkan piala bergilir yang didesain khusus oleh M. Prananda Prabowo dan diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional, Dolorosa Sinaga.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Kompetisi ini terbuka bagi desainer dari seluruh Indonesia untuk mengangkat kearifan lokal secara inovatif. Para peserta diwajibkan menafsirkan kembali tiga pilar perjuangan Fatmawati ke dalam karya mereka: kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian.

Acara peluncuran tersebut ditutup dengan tur museum yang dipandu oleh Puti Guntur Soekarno. Para tamu juga disuguhi kuliner khas Bengkulu, seperti gulai pakis dan pendap, yang menjadi simbol memori kultural perjalanan hidup Fatmawati.

Fatmawati Trophy 2026 diharapkan menjadi arsip hidup bagi peradaban bangsa, sekaligus panggung bagi desainer muda untuk menunjukkan bahwa wastra Nusantara mampu tampil modern di tangan seorang pemimpin tren.

Quote