Ikuti Kami

Maharani Beru Bangun Ungkap Isu SARA di Sumut

Isu SARA itu berupa stigma bahwa PDI Perjuangan adalah partai Kristen, bukan partai nasionalis. 

Maharani Beru Bangun Ungkap Isu SARA di Sumut
Ketua Bidang Pariwisata di DPC PDI Perjuangan Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Maharani boru (br) Bangun.

Jakarta, Gesuri.id - Ada banyak kader milenial PDI Perjuangan yang memiliki pandangan terhadap daerah tempatnya berjuang. Tak terkecuali Maharani beru (br) Bangun (30).

Ketua Bidang Pariwisata di DPC PDI Perjuangan Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) ini sudah 14 tahun menggeluti bidang politik, dan telah bergabung di struktur DPC PDI Perjuangan Tanah Karo selama 10 tahun.

Wanita yang berasal dari trah politik Partai Nasional Indonesia (PNI) ini memiliki pandangan khusus tentang Sumut dan Tanah Karo. 

Berikut wawancara Gesuri.id dengan Maharani, baru-baru ini. 

Bagaimana perkembangan Politik di Tanah Karo atau Sumatera Utara (Sumut) secara umum?

Isu bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) masih kuat mewarnai perpolitikan di Sumut.

Isu SARA itu berupa stigma bahwa PDI Perjuangan adalah partai Kristen, bukan partai nasionalis. 

Stigma itu sangat kuat menghantam PDI Perjuangan. 

Apa dampaknya secara politik bagi PDI Perjuangan di Sumut?

PDI Perjuangan tidak pernah menang di daerah yang mayoritas warganya bukan beragama Kristen. 

Hal itu juga tampak dari Pilgub Sumut 2018 dan Pemilu 2019. Pak Djarot dan Pak Jokowi tak bisa menang di daerah yang mayoritas warganya beragama Muslim.

Jadi keterbelahan berdasarkan SARA di Sumut itu memang luar biasa. 

Lalu, bagaimana dengan situasi sosial ekonomi di Tanah Karo?

Di Tanah Karo, banyak petani yang kesulitan menjual  hasil produksinya. Mereka hanya bisa menanam. Hal itu membuat agrowisata disana sulit berkembang. 

Maka,ketika saya berjuang untuk menjadi Anggota DPRD Tanah Karo di pemilu tahun lalu, saya tawarkan konsep pasar online. Yakni aplikasi yang mengakomodir produk petani baik UMKM  pariwisata di Tanah Karo, jadi semacam marketplace bercitarasa tradisional.  

Namun, saya belum mendapat kesempatan itu. Karena memang banyak hal negatif dalam Pileg lalu. 

Lalu, terkait bidang kerja anda di struktur DPC, apa yang menjadi fokus kerja anda dan partai?

Tanah Karo itu adalah daerah pariwisata yang sering dikunjungi, tapi tidak punya oleh-oleh. 

Jadi pariwisata nya terbelakang. Ini yang harus diperbaiki.

Quote