Ikuti Kami

BAGUNA Sulteng Bergerak Sejak Hari Pertama Gempa, Tenda Jadi Kebutuhan Mendesak Warga

BAGUNA langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

BAGUNA Sulteng Bergerak Sejak Hari Pertama Gempa, Tenda Jadi Kebutuhan Mendesak Warga
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua BAGUNA Sulawesi Tengah, Nikolas Birro Allo.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua BAGUNA Sulawesi Tengah, Nikolas Birro Allo, memastikan pihaknya bergerak cepat membantu warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi.

Sejak hari pertama bencana terjadi, relawan BAGUNA langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Nikolas, kebutuhan paling mendesak yang saat ini dirasakan warga adalah tenda darurat. Banyak masyarakat masih memilih bertahan di sekitar rumah mereka karena khawatir terhadap gempa susulan dan belum memiliki tempat tinggal yang aman.

Baca: Rekam Jejak Ganjar Pranowo Telah Teruji

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah tenda. Banyak warga masih berada di sekitar rumah mereka sehingga membutuhkan tempat berlindung yang layak,” ujar Nikolas saat meninjau wilayah terdampak.

Sebagai bagian dari respons kemanusiaan, BAGUNA Sulawesi Tengah telah mendirikan dapur umum di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Dapur umum tersebut setiap hari menyiapkan ratusan porsi makanan untuk warga terdampak maupun relawan yang bertugas di lapangan.

Nikolas menjelaskan bahwa Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki menjadi dua wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di sejumlah desa membutuhkan penanganan serius serta dukungan bantuan yang berkelanjutan.

Dalam upaya mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus melakukan koordinasi lintas sektor. Meski demikian, Nikolas mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama terkait distribusi bantuan yang belum sepenuhnya merata. Kondisi geografis dan akses menuju beberapa wilayah terdampak menjadi kendala yang harus diatasi bersama agar seluruh warga dapat memperoleh bantuan secara adil.

“Distribusi bantuan masih menjadi tantangan. Ada beberapa wilayah yang aksesnya cukup sulit sehingga membutuhkan perhatian khusus agar bantuan bisa menjangkau seluruh masyarakat terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum bantuan dari berbagai pihak berdatangan, kebutuhan awal masyarakat banyak terbantu melalui gerakan gotong royong yang dilakukan kader dan Fraksi PDI Perjuangan. Semangat solidaritas tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi situasi darurat pascagempa.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Selain fokus pada penanganan darurat, Nikolas juga menyoroti pentingnya aspek mitigasi bencana. Menurutnya, ketidakmatangan perencanaan pembangunan rumah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan serta jatuhnya korban jiwa saat gempa terjadi.

“Perlu ada perhatian lebih terhadap perencanaan dan konstruksi bangunan yang tahan bencana. Ini menjadi pelajaran penting agar dampak yang ditimbulkan pada masa mendatang dapat diminimalkan,” tegasnya.

Di tengah situasi yang masih penuh tantangan, Nikolas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong. Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas menjadi kunci utama dalam membantu warga bangkit dan mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Sigi.

Quote