Jakarta, Gesuri.id — Jajaran Pengurus Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Perjuangan Kelurahan Duren Sawit menggelar audiensi dengan Lurah Duren Sawit, Santi Nur Rifiandini, di Kantor Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (8/6/2026). Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Ranting PDI Perjuangan Duren Sawit Alipah dan Sekretaris Ranting Nyoman Widnyana tersebut berlangsung cair dan penuh keakraban guna membahas berbagai persoalan krusial di wilayah.
Dalam audiensi tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Lurah Duren Sawit, Santi Nur Rifiandini, mengungkapkan adanya peningkatan pemantauan angka stunting di wilayahnya dari 8 orang menjadi 14 orang. Kendati demikian, validasi data tersebut saat ini masih terus dikroscek bersama pihak Puskesmas setempat.
Selain stunting, penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan percepatan vaksinasi cacar pada anak juga kembali digencarkan. Santi menjelaskan bahwa operasional Posyandu saat ini dianggarkan Rp10.000 per anak, serta telah dibentuk Kampung Siaga TBC di RW 001 dan RW 015 yang rutin diadakan setiap tahun.
Di sektor lingkungan, Santi mengingatkan bahwa ancaman bencana sampah sudah di depan mata. Ia memetakan tiga lokasi besar yang menjadi titik penumpukan sampah, yakni Kali Buaran, kawasan Laut Banda di RW 01, dan area depan SMPN 195. Sebagai langkah konkret, SMPN 195 kini sudah menghapus keberadaan tempat sampah dan mewajibkan siswa membawa tempat makan serta tumbler sendiri. Sementara untuk pengelolaan sampah, RW 012 dan RW 015 telah sukses menjadi RW percontohan.
Santi juga menyoroti masalah penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) agar lebih tertib menjaga kebersihan. Terkait pemanfaatan ruang terbuka hijau, Santi sempat menyayangkan kurangnya respons dari pihak "Sahabat Mas Pram" (Bang Ucok) saat dihubungi untuk koordinasi pembuatan taman di arah Kantor Kecamatan, mengingat adanya instruksi gubernur untuk membangun satu taman setiap tiga bulan. Meski demikian, pihak kelurahan menyatakan tetap terbuka terhadap ruang komunikasi.
Menutup audiensi, pihak Kelurahan Duren Sawit membuka ruang kolaborasi selebar-lebarnya bagi pengurus partai maupun elemen masyarakat lainnya untuk ikut membenahi lingkungan. PDI Perjuangan Ranting Duren Sawit dipersilakan menginisiasi pembuatan lubang biopori, penanaman sayur di RPTRA, hingga pemanfaatan lahan kosong milik warga yang nantinya akan dibantu proses penggaliannya oleh petugas PPSU.
Selain isu kesehatan dan lingkungan, dalam pertemuan tersebut juga dipetakan titik rawan gangguan kamtibmas, di mana Jalan Wijaya Kusuma yang meliputi wilayah RW 006 dan RW 009 diidentifikasi sebagai kawasan yang rawan terjadi aksi tawuran warga.

















































































