Bandung, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M., menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Bung Karno bukan sekadar momen nostalgia sejarah. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pelecut untuk memperkuat komitmen menjaga demokrasi dan kebinekaan sebagai fondasi bangsa.
Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini, pemikiran dan rekam jejak perjuangan Bung Karno telah memberikan kompas moral bagi Indonesia untuk tumbuh sebagai negara yang menghargai perbedaan.
"Peringatan Hari Lahir Bung Karno harus menjadi momentum bagi kita semua untuk merawat demokrasi dan kebinekaan. Bung Karno telah meletakkan dasar yang kuat bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan yang hidup berdampingan," ujar Diah, Sabtu (6/6).
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Diah menilai demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh subur jika masyarakat saling menghormati perbedaan pendapat dan mengedepankan dialog. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat musyawarah dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah sebuah kekayaan, bukan pemantik perpecahan.
"Kebinekaan adalah anugerah. Bung Karno mengajarkan bahwa persatuan itu bukan menyeragamkan, melainkan menghargai perbedaan demi satu tujuan besar: kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat," tambahnya.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Di era digital yang penuh tantangan ini, Diah secara khusus mengajak generasi muda untuk mendalami sejarah perjuangan para pendiri bangsa. Menurutnya, pemahaman sejarah yang kuat akan melahirkan sikap toleransi dan nasionalisme yang kokoh.
"Generasi muda harus menjadi garda terdepan. Dengan memahami sejarah perjuangan Bung Karno, mereka akan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk berkontribusi nyata bagi negara," tegas Diah.
Melalui momentum Hari Lahir Bung Karno tahun ini, Diah berharap nilai-nilai persatuan, demokrasi, dan kebinekaan tetap menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi kompleksitas tantangan global.

















































































