Ikuti Kami

Dibantu Ansy, Petani TTU Bangun Rumah Kompos & UPPO

"Tampak dalam foto-foto, anggota ketiga Kelompok Tani sedang bekerja bergotong-royong membangun kandang sapi komunal".

Dibantu Ansy, Petani TTU Bangun Rumah Kompos & UPPO
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema)  mendapatkan kiriman foto-foto dari tiga Kelompok Tani di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menampakkan adanya kegiatan pembangunan kandang sapi komunal, rumah kompos dan bak fermentasi untuk Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO). (Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema)  mendapatkan kiriman foto-foto dari tiga Kelompok Tani di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menampakkan adanya kegiatan pembangunan kandang sapi komunal, rumah kompos dan bak fermentasi untuk Program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO). 

Baca: Golkar Sosialisasi Capres Airlangga? Seperti Lomba Maraton

Ketiga Kelompok Tani ini adalah penerima bantuan UPPO tahun 2021, yaitu Kelompok Tani Sepakat Karya, Desa Taunbaen, Kecamatan Biboki Utara; Kelompok Tani Anifu, Desa Fatuneno, Kecamatan Miomaffo Barat; dan Kelompok Tani Ama Apafa, Desa Oekolo, Kecamatan Insana Utara. 

"Tampak dalam foto-foto, anggota ketiga Kelompok Tani sedang bekerja bergotong-royong membangun kandang sapi komunal dan rumah kompos dengan berbagai jenis material yang sudah disediakan," ujar Ansy. 

Bantuan UPPO ini adalah hasil kerja sama Ansy dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan). 

Setiap Kelompok Tani diberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta. 

Jadi, total bantuan UPPO untuk kabupaten TTU tahun 2021 sebesar Rp 600 juta. 

"Dana UPPO diberikan dalam dua tahap melalui transfer langsung ke rekening Kelompok Tani. Tahap pertama sebesar 70 persen dari total anggaran, digunakan untuk pembangunan rumah kompos, kandang sapi komunal dan bak fermentasi," ujar Ansy yang merupakan Politisi asal NTT ini. 

Sedangkan, sambung Politisi PDI Perjuangan itu, sisanya 30 persen untuk pengadaan kendaraan angkut roda tiga, alat pengolahan pupuk organik dan membeli sapi 8 ekor. 

Ansy mengungkapkan, sebelum mendapatkan realisasi bantuan UPPO, ketiga Kelompok Tani di TTU bahkan sudah melakukan penanaman pakan untuk ternak sapi yang nanti akan diadakan oleh kelompok guna menunjang pengembangan pupuk organik. 

"Ketersediaan pakan adalah prasyarat mutlak bantuan UPPO, karena produksi pupuk organik membutuhkan peternakan sapi kolektif, sehingga membutuhkan dukungan pakan yang cukup," ujar Ansy. 

Ansy melanjutkan, dalam proses pembangunan UPPO, ketiga Kelompok Tani itu juga mendapatkan pendampingan ekstra dari beberapa dosen Fakultas Pertanian Universitas Timor (Unimor) agar berjalan sukses hingga pemanfaatan hasil pengolahan dalam bentuk pupuk organik. 

Para Dosen Unimor yang mendampingi petani ini telah bekerja sama dengan tim Ansy dalam beberapa program bantuan untuk mendampingi kerja-kerja petani. 

Baca: Koreksi Fadli Zon Terhadap Baliho Puan Maharani, Salah!

"Saya dan tim secara sadar melibatkan para akademisi dari kampus untuk berbagi ilmu dan ketrampilan kepada petani, sebagai bagian dari kerja pemberdayaan-pendampingan yang sejalan dengan salah satu tujuan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat," papar Ansy. 

Ansy berharap, program UPPO dapat memenuhi dan meningkatkan penggunaan pupuk organik oleh petani di TTU. 

"Sebab, pupuk organik sangat berperan penting dalam perbaikan sifat kimia dan biologi tanah, serta sebagai sumber nutrisi tanaman guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian," pungkasnya.

Quote