Ikuti Kami

Kurangi Risiko, Darmadi Ingin UMKM Melek Asuransi 

“Bila pelaku UMKM diberikan pencerahan pentingnya asuransi, maka mereka akan memproteksi diri".

Kurangi Risiko, Darmadi Ingin UMKM Melek Asuransi 
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto (tengah) saat sosialisasi bertema ‘Peran IFG dan Anak Perusahaan Dalam Menyediakan Produk Asuransi dan Penjaminan di Masyarakat’ di Jakarta, Kamis (30/9/2021) malam. (Foto: Humas DPR RI)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto berharap para pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai melek soal asuransi untuk meminimalisasi risiko.

Baca: Ribut PKI di Akhir September, Ini Kata TB Hasanuddin

Untuk itu, perusahaan BUMN sektor asuransi harus berperan aktif dalam memberikan pemahaman pentingnya produk asuransi terhadap masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang sedang bergerak untuk memulihkan ekonomi kerakyatan di masa pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan Darmadi saat sosialisasi dengan tema "Peran IFG dan Anak Perusahaan Dalam Menyediakan Produk Asuransi dan Penjaminan di Masyarakat” di Jakarta, Kamis (30/9) malam.

Menurut Darmadi, saatnya perusahaan BUMN asuransi bergerak untuk berperan aktif memberikan pemahaman pentingnya proteksi, khususnya untuk pelaku ekonomi kerakyatan, UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. 

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, selama ini pembicaraan seputar UMKM lebih banyak menyoroti soal pembiayaan, kebijakan pendukung, pengembangan kapasitas usaha, dan lain sebagainya. 

“Bila pelaku UMKM diberikan pencerahan pentingnya asuransi, maka mereka akan memproteksi diri melalui produk perusahaan BUMN yang bergerak dalam sektor asuransi untuk meminimalisir risiko. Ibarat menjelang musim hujan, pelaku UMKM harus sedia payung sebelum hujan,” kata Darmadi di hadapan pelaku UMKM asal Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Menurut Darmadi Durianto, pelaku UMKM kerap membeli produk asuransi melalui paket bundling dengan pembiayaan seperti kredit. Masih sedikit masyarakat yang sadar asuransi dan berinisiatif untuk membeli produk asuransi. “Oleh karena itu, harus diberikan pencerahan bahwa asuransi itu tidak hanya identik dengan perlindungan jiwa saja,” kata Bendahara Megawati Institute yang dikenal pro ekonomi kerakyatan itu. 

Baca: REPDEM Banten: Gatot Nurmantyo Sedang Stress, Butuh Sensasi

Melihat fakta di lapangan, kata Darmadi, memandang hal itu terjadi karena masih rendahnya tingkat literasi masyarakat terkait asuransi. Berdasarkan data yang ia miliki, indeks literasi keuangan di Indonesia baru 38,03 persen. Sementara indeks literasi asuransi baru mencapai 19,4 persen. 

“Semoga melalui acara sosialisasi ini diharapkan pelaku UMKM mulai melek pentingnya memiliki produk asuransi,” harap anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini mengapresiasi acara sosialisasi. Dilansir dari JPNNcom.

Quote