Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI Putra Nababan menegaskan pentingnya peran individu dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat urban, khususnya di wilayah Jakarta Timur.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan yang dihadiri tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (10/5).
Dalam paparannya, Putra Nababan menilai kehidupan masyarakat perkotaan saat ini menghadapi tantangan besar akibat tingginya kesibukan dan semakin berkurangnya interaksi sosial antarwarga. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi melemahkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
"Di kota besar seperti Jakarta, orang sering hidup berdampingan tetapi tidak saling mengenal. Karena itu, peran individu menjadi sangat penting untuk menjaga nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial agar tetap hidup," ujar Putra.

Ia menjelaskan pengamalan Pancasila dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga hubungan baik dengan tetangga, ikut terlibat dalam kegiatan lingkungan, membantu warga yang membutuhkan, hingga menjaga etika dalam bermedia sosial.
Menurut Putra, masyarakat urban juga perlu lebih bijak menghadapi dinamika media sosial yang kerap memicu polarisasi dan konflik akibat perbedaan pandangan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Pancasila harus hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat kita berkomunikasi di media sosial. Jangan sampai ruang digital justru membuat masyarakat semakin terpecah," katanya.
Dalam diskusi tersebut, peserta juga menyoroti pentingnya membangun kembali ruang interaksi sosial di lingkungan masyarakat urban. Kegiatan seperti kerja bakti, forum warga, komunitas pemuda, dan kegiatan sosial dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi sarana penerapan nilai Pancasila secara nyata.
Putra juga mendorong generasi muda Jakarta Timur untuk lebih aktif mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, anak muda memiliki energi dan kreativitas yang besar untuk menghadirkan semangat Pancasila dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
"Pancasila jangan hanya berhenti sebagai hafalan atau slogan. Nilainya harus terasa di lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga ruang digital kita," tuturnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mulai menghidupkan nilai Pancasila dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, sebagai langkah memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan urban Jakarta Timur.

















































































