Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengungkapkan tantangan terbesar dalam menjaga keberagaman di lingkungan perkotaan adalah tingginya mobilitas masyarakat yang kerap memunculkan pola hidup individualistis.
Selain itu, lanjutnya, derasnya arus informasi digital juga dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman akibat penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
"Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Namun tanpa komunikasi dan empati, perbedaan dapat menjadi celah konflik. Karena itu, nilai persatuan harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari," ujar Putra dalam giat sosialisasi Empat Pilar, Senin (16/2).

Menurut Putra, kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya implementasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik nyata, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Ia mencontohkan pendidikan karakter berbasis toleransi, dialog lintas komunitas, serta peningkatan literasi digital sebagai langkah strategis dalam mencegah polarisasi sosial.
"Kegiatan bersama seperti kerja bakti, bakti sosial, dan perayaan budaya lintas komunitas perlu diperkuat guna membangun rasa kebersamaan. Generasi muda pun didorong menjadi agen perdamaian dengan menyebarkan pesan positif melalui media sosial," jelas Putra.
Untuk itu, Putra berharap melalui kegiatan ini semangat persatuan dan gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat urban.
"Keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

















































































