Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengatakan bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Salah satu cara yang dapat dilakukan, lanjutnya, adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
"Di era digital saat ini, media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat. Melalui berbagai platform digital, masyarakat dapat membagikan konten yang mengandung pesan toleransi, persaudaraan, gotong royong, serta kepedulian sosial," ungkap Putra Nababan dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sabtu (28/2).

"Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," imbuhnya.
Menurutnya, selama bulan Ramadan, berbagai kegiatan seperti berbagi kepada sesama, santunan bagi masyarakat yang membutuhkan, hingga kegiatan buka puasa bersama dapat menjadi inspirasi konten positif yang disebarkan melalui media sosial.
"Konten tersebut tidak hanya memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berbuat kebaikan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial," ucapnya.
Putra menambahkan pemanfaatan media sosial secara positif juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa nilai-nilai ibadah di bulan Ramadan seperti kesabaran, kejujuran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Pancasila.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat religius, tetapi juga memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.
"Untuk itu, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah, serta kita semua sangat penting dalam memproduksi dan menyebarkan konten yang menyejukkan dan membangun," ungkapnya.
Di sisi lain, ujar Putra, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dan selektif dalam menggunakan media sosial. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, maupun konten provokatif harus dihindari agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Putra juga mengingatkan dengan memanfaatkan media sosial secara positif selama bulan Ramadan, masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah secara spiritual, tetapi juga turut memperkuat nilai-nilai Pancasila, menjaga kerukunan, serta mempererat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Momentum Ramadan pun diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk," pungkasnya.

















































































