Ikuti Kami

Sebut Bung Karno Seorang Santri, Ade Sumardi: Beliau Kerap Minta Pandangan Ulama

Peringatan historis seperti ini bisa mendapatkan tempat khusus di hati pemerintah daerah agar dapat terus dilestarikan.

Sebut Bung Karno Seorang Santri, Ade Sumardi: Beliau Kerap Minta Pandangan Ulama

​Tangerang, Gesuri.id – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ade Sumardi, menegaskan bahwa Ir. Soekarno memiliki kedekatan yang sangat erat dengan kalangan ulama semasa hidupnya. 

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Haul Akbar Bung Karno ke-56 di Pondok Pesantren Darul Ibtida, Kampung Jaha, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/6).

​Menurut Ade, sisi religiusitas Sang Proklamator sering kali luput dari perhatian, padahal nilai-nilai agama selalu menjadi fondasi dalam setiap keputusan politik dan kebangsaannya.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​“Bung Karno adalah seorang santri. Dalam setiap persoalan kenegaraan, beliau kerap meminta pandangan dan berdiskusi dengan para alim ulama. Hal itu menunjukkan bahwa perjuangan kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan berjalan beriringan,” ujar Ade Sumardi di hadapan ribuan jemaah yang hadir.

​Acara yang diprakarsai oleh Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan, Muhlis, S.H., ini berlangsung khidmat dengan merangkai sejumlah kegiatan, mulai dari istigasah, santunan anak yatim, pemutaran film dokumenter, hingga ceramah kebangsaan.

Lantunan doa istigasah dalam haul ini dipimpin oleh Abuya K.H. Abdul Aziz Dimyati, sementara tausiyah kebangsaan disampaikan oleh K.H. Abah Elang Mangkubumi.

​Sebagai penanggung jawab acara, Muhlis berharap peringatan historis seperti ini bisa mendapatkan tempat khusus di hati pemerintah daerah agar dapat terus dilestarikan.

​“Kami berharap Haul Akbar Bung Karno dapat menjadi agenda tahunan yang terus didukung pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong royong,” kata Muhlis.

​Senada dengan semangat persatuan tersebut, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang turut hadir, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu meneruskan api perjuangan Presiden pertama RI tersebut melalui aksi nyata di daerah.

​“Semangat perjuangan Bung Karno harus diwujudkan dengan pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus bersinergi untuk memajukan Kabupaten Tangerang,” tutur Maesyal.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Di sisi lain, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya meluruskan sejarah bangsa. 

Ia menegaskan, tuduhan-tuduhan miring yang dulu dialamatkan kepada Bung Karno sama sekali tidak pernah terbukti. Pemulihan nama baik ini pun telah inkrah lewat pencabutan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967.

​Acara yang dijaga ketat oleh pengawalan dari Ansor dan Banser ini juga dihadiri oleh Camat Pagedangan Daniel Ramdani, Camat Legok Yusuf Fachroji, jajaran KNPI, serta jajaran anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Dapil 6. Kepala Desa Malangnengah, Tata Suharta, pun menyampaikan rasa terima kasihnya karena wilayahnya dipercaya menjadi tuan rumah bagi ribuan jemaah yang hadir demi merawat ingatan sejarah bangsa.

Quote